Gresik (beritajatim.com) – Perbaikan jalan di Pulau Bawean, Gresik, dituntaskan tahun 2023. Pengerjaan rekontruksi dan sarana pendukungnya memanfaatkan dana Inpres. Pengerjaan tersebut, nantinya preservasi Jalan Tanjung Ori-Paroman sepanjang 3,34 kilometer, dan preservasi Jalan Tambak Diponggo sepanjang 4,49 kilometer.
Selain jalan, pemerintah daerah setempat juga membangun saluran drainase sepanjang 2,4 kilometer pada ruas Jalan Sangkapura- Tambak dan 738 meter pada ruas Jalan Sangkapura-Diponggo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Dhiannita Tri Astuti menuturkan, pembangunan jalan di Pulau Bawean sudah terjadwal dan diharapkan selesai tahun ini. “Kali ini giliran Pulau Bawean yang akan digarap infrastruktur dan sarana pendukungnya,” tutur Dhiannita, Jumat (14/7/2023).
BACA JUGA:
Bawean Gresik Resmi Jadi Pulau Rintisan Pendidikan
Sementara itu, Bupati Fandi Akhmad Yani menyatakan rekonstruksi jalan yang disasar punya arti penting bagi masyarakat Bawean. Pemerintah daerah terus menggenjot potensi Bawean baik dalam sektor wisata maupun Bawean sebagai pulau pendidikan.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, ruas Jalan Tanjung Ori- Paromaan merupakan ruas jalan yang membelah Pulau Bawean. Jalur ini memudahkan akses masyarakat mengingat menjadi akses penghubung antara Pelabuhan Bawean di Kecamatan Sangkapura menuju ke Bandara Harun Thohir di Kecamatan Tambak.
“Sebelumnya masyarakat untuk mengakses dua lokasi itu menggunakan akses jalur lingkar Pulau Bawean. Jalur ini tentunya makan waktu yang lebih lama dibanding nanti jika jalur tengah misalnya Jalan Tanjung Ori- Paromaan sudah rampung,” imbuhnya.
Seperti diketahui, Pulau Bawean merupakan satu-satunya pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Gresik. Pulau yang terletak di 120 kilometer di utara Gresik itu. Pulai ini terdiri dari dua kecamatan, Sangkapura dan Tambak. Selain memiliki keindahan alam serta potensial hasil laut, Pulau Bawean juga barusan dilaunching sebagai pulau rintisan pendidikan. [dny/suf]






