Pasuruan (beritajatim.com) – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan soroti pelayanan RSUD Bangil dalam layanan Bangil Emergency Service Team (BEST).
Hal ini dilakukan karena pada kenyataannya layanan dari milik pemerintah Kabupaten Pasuruan tersebut masih kurang.
Abdul Karim, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa layanan BEST tak sesuai dengan namanya. Diketahui BEST sendiri merupakan layanan mobil ambulan yang diberikan oleh RSUD Bangil untuk masyarakat.
Namun nyatanya di lapangan Karim mendapat aduan dari masyarakat bahwa mobil ambulan yang dimiliki tidak cepat respon. Bahkan warga yang mengadu padanya sampai menunggu berjam-jam guna melarikan keluarganya ke rumah sakit.
“Sudah dipesan melalui aplikasi dan ditunggu berjam-jam, tapi malah layanan mobil ambulan tak kunjung datang. Sehingga warga yang mengadu kepada saya itu pilih mobil ambulan lain milik desa,” katanya, Kamis (13/7/2023).
Baca Juga: Kejari Kabupaten Pasuruan Tetapkan 2 Tersangka Kasus Redistribusi Tanah Tambaksari
Karim juga mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan RSUD Bangil. Slogan layanan cepat yang didengungkan, ternyata tidak sesuai ekspektasi masyarakat dan meminta pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi.
Dilain tempat Sub Koordinator Keperawatan RSUD Bangil, Masmuh Ul Khoir mengatakan bahwa pada saat itu ada kendala dalam program BEST. Kendalanya yakni terkait tenaga dan juga armada yang dirasa masih kurang.
Bahkan sampai saat ini program BEST masih mencakup empat kecamatan dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Keempat kecamatan tersebut yakni Kraton, Rembang, Beji dan Kejayan.
“Saat ini sedang melakukan evaluasi untuk menjangkau ke tempat lainnya. Sehingga kami melakukan kolaborasi dengan Puskesmas di seluruh Kabupaten Pasuruan,” jelasnya. (ada/ted)






