Kediri (beritajatim.com) – Misteri mayat dalam karung di Kediri semakin menemui titik terang. Gadis asal Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri itu diduga menjadi korban pembunuhan.
Pihak keluarga mencurigai adanya keterlibatan orang dekat dalam kematian DL, gadis berusia 20 itu. Bahkan, sang ayah sebagai pihak yang tertuduh dalam misteri mayat dalam karung.
Kecurigaan itu disampaikan oleh Maryono, selalu kakek korban. Pria 73 tahun itu adalah orang yang merawat korban sejak kecil dan sangat mengenal dengan kepribadian cucunya itu.
Baca Juga : Identitas Mayat dalam Karung di Kediri Terungkap, Perempuan 20 Tahun
“Kok tego mulosoro anake dewe, ” tuduh Maryono ditemui di rumahnya, pada Minggu pagi (9/7/2023).
Kecurigaan Maryono terhadap SP, ayah korban sangat beralasan. Sebab, sang ayah adalah orang yang terakhir bersama korban di rumah Maryono, pada Rabu malam (5/7/2023).
Keterangan Maryono diperkuat oleh anaknya Bahrodin, yang tinggal bersebelahan. Bahrodin mendengar suara jeritan dari dalam rumah Maryono.
Baca Juga : Ciri-ciri Mayat Dalam Karung di Kediri, Berpakaian Lengkap
“Sewaktu saya mau berangkat pengajian, mendengar suara jeritan. Saya pikir korban sedang bersama ibunya. Ternyata, ibunya tidak ada di rumah. Ibunya sedang di Blitar, ” terang Bahrodin ditemui di rumahnya.
Sepulang dari pengajian, Maryono sudah tidak mendapati cucunya. Biasanya, kata Mbah Maryono, sang cucu pulang kerja dari tempat photo copy, sekitar pukul 20.00 WIB.
Baca Juga : Wajah Mayat Dalam Karung di Kediri Rusak dan Sulit Dikenali
“Rebo bengi anaknya sudah ndak ada. Rumah sepi dan kamar berantakan, ” ungkap Maryono.
Sejak Rabu malam korban sudah menghilang. Sampai akhirnya korban ditemukan meninggal dunia dalam karung di kawasan persawahan Desa Bulu Pasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Sabtu pagi (8/7/2023).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengatakan, masih belum memastikan pelaku pembunuhan mayat dalam karung.
Untuk diketahui, sejak bayi korban diasuh oleh Maryono. Sementara sang ayah sehari-hari tinggal di rumah keluarganya di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. (*)






