Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya ditahan imbang Barito Putra 1-1 di laga keduanya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (8/7/2023) sore. Di menit ke 27, Murilo pemain Barito Putra berhasil membobol gawang Ernando Ari.
Serangan Persebaya memuncak karena poin tertinggal. Untungnya di akhir babak pertama yakni menit ke 44, Bruno Moreira berhasil membalas ketertinggalan.
Rahmad Darmawan, Pelatih Barito Putra mengakui sangat bersyukur dengan hasil imbang. Pasalnya, mencuri poin di laga away, diakuinya cukup sulit, apalagi menghadapi Persebaya di kandang.
“Jujur, melihat bagaimana Persebaya di laga terakhir kemarin sangat kreatif dalam melakukan permainan, bergerak saling membantu itu yang membuat saya harus ekstra disiplin,” ungkap RD usai pertandingan.
Persebaya diakui susah untuk ditundukkan karena kecepatan pemain dalam melakukan tugas meredam serangan dan menunggu di sepertiga tengah. “Sejauh ini para pemain efektif mencetak gol di babak pertama, di babak kedua tempo kami samakan karena Persebaya mencoba melakukan kombinasi,” imbuhnya.
Diakui Rahmad, Tim asal Surabaya ini cukup pintar memanfaatkan kesalahan lawan dengan catatan balasan menurunkan tempo sedang.
Senada dengan Rahmad, Rizki Pora juga bersyukur meski membawa pulang satu poin. Sebab para pemain tahu jika bermain di kandang Persebaya, memiliki tekanan yang cukup besar, salah satunya suporter tuan rumah alias Bonek. “Bermain dengan tekanan suporter membuat kita makin berat, tapi kita bersyukur bisa mendapatkan satu poin,” ungkapnya.
Perubahan dalam tubuh tim Laskar Antasari ini di musim 2023/2024 memang beda, tambahan pemain baru membuat kinerja tim makin membaik. “Memang berbeda dengan musim sebelumnya, Barito Putra ditangan Coach RD membantu kita berubah untuk berprestasi musim ini,” tutupnya. (way/kun)
BACA JUGA:






