Sumenep (beritajatim.com) – Jemaah haji Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam kloter 7 dan 8 debarkasi Juanda Surabaya, telah tiba di Sumenep pada Jumat (07/07/2028). Namun ternyata ada salah satu jemaah yang hingga hari ini belum bisa pulang ke tanah air.
“Jemaah tersebut atas nama Djumaa’ti binti Mujiddin (64), warga Desa Elak Laok, Kecamatan Lenteng Sumenep. Sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit King Abdullah Jeddah, sehingga belum bisa pulang ke tanah air,” terang Plt Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh, Rifai Hasyim, Sabtu (08/07/2023).
Ia mengatakan, jemaah tersebut saat akan pulang ke tanah air bersama seluruh jemaah kloter 8, setiba di Bandara Jeddah tiba-tiba drop, dengan saturasi oksigen di bawah normal.
“Karena saturasi oksigennya rendah atau di bawah ketentuan untuk bisa terbang, maka jemaah ini tidak diijinkan terbang dan dibawa ke rumah sakit di Jeddah untuk mendapatkan perawatan intesif disana,” ujarnya.
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Sumenep Kloter 7 Dilarikan ke Rumah Sakit
Ia mengaku telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan petugas haji yang masih berada di Arab Saudi untuk terus memantau kondisi jemaah tersebut.
“Nanti kalau jemaah ini kondisinya sudah stabil, sudah membaik, maka akan segera dipulangkan ke tanah air,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk kloter 8, jumlah jemaah haji yang pulang ke tanah air dan tiba di Sumenep Jumat kemarin sebanyak 236 orang. Saat keberangkatan, total jemaah yang tergabung dalam kloter 8 sebanyak 238 orang.
“Dari 238 itu, ada 1 orang yang meninggal di tanah suci karena sakit, dan 1 orang lagi Djumaati ini yang masih dirawat di RS. Sebelum itu, ada 1 jemaah yang mengalami patah tulang atas nama Syarifa Noning, warga Desa Daramista, Kecamatan Lenteng. Tapi yang bersangkutan kondisinya baik dan diijinkan untuk pulang. Jadi yang pulang ke tanah air kemarin kloter 8 sebanyak 236 orang,” terangnya. (tem/ted)






