Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepadatan kendaraan di sepanjang jalur menuju Pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang masih berlangsung. Bahkan, panjang antrean mencapai 13 KM.
Menyikapi hal ini, pihak operator pelabuhan telah melakukan beberapa opsi dan langkah-langkah percepatan. Salah satunya mengoperasikan 33 kapal termasuk satu kapal yang disebut sebagai sapu jagat yakni KMP Jatra II.
GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk, Syamsudin menyebut, pengoperasian kapal tersebut diambil untuk menjadi pilihan dalam percepatan proses bongkar muat kendaraan. Opsi KMP Jatra II diambil lantaran kapasitas muat kapal ini tiga kali lipat dari kapal yang biasa beroperasi di Selat Bali.
“Kapal ini bisa memuat 130 kendaraan dan 300 penumpang,” jelasnya.
Baca Juga: PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk Urai Penumpukan Kendaraan Menuju Bali
Rencananya, pengoperasian kapal tersebut akan terus menerus hingga kondisi kepadatan kendaraan berangsur normal. Pihaknya berharap agar semua masyarakat dapat bersabar menyikapi situasi ini.
“Sejak pagi tadi (Jum’at, 7/7/2023) kapal bantuan itu beroperasi untuk mengangkut penumpang ke Bali dan sebaliknya. Kami senang karena kapal ini memiliki kapasitas lebih besar dan bisa mengangkut kendaraan lebih banyak. Ini kami operasikan sampai kembali normal,” katanya.
Baca Juga: Banyuwangi Macet, Tunda Liburan ke Bali
Selain pengoperasian kapal sapu jagat, PT ASDP Indonesia Ferry cabang Ketapang – Gilimanuk juga memberlakukan pembatasan dan pengendalian penjualan tiket online via aplikasi Ferizy. Ada golongan penumpang yang mendapat pengendalian pembelian tiket ini terutama bagi golongan VII atau lebih.
Sementara untuk pejalan kaki, sepeda motor dan kendaraan kecil masih dapat dipesan melalui aplikasi. Langkah tersebut diambil untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengguna jasa transportasi penyeberangan. (rin/ted)






