Blitar (beritajatim.com) – Bakal Calon Presiden yang diusung PDI-Perjuangan, Ganjar Pranowo bakal berziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar pada tanggal 15 Juli 2023 mendatang.
Rencana ziarah Ganjar Pranowo itu diungkapkan oleh anggota DPRD Jawa Timur, Erma Susanti saat mengikuti konsolidasi DPC PDIP Kabupaten Blitar di Pantai Serang, Rabu (05/07/23).
Selain akan berziarah di makam sang proklamator, Ganjar rencananya juga akan melakukan konsolidasi dengan para relawan pemenang. Gubernur Jawa Tengah itu juga dijadwalkan bertemu dengan para kyai yang ada di wilayah Blitar dan sekitarnya.
“Makanya kalau tidak ada halangan insyaallah mas Ganjar akan ke Blitar, selain nyekar nanti mas Ganjar juga akan konsolidasi dengan relawan dan para kyai,” ucap anggota DPRD Jatim Fraksi PDIP itu.
Disebutkannya kedatangan Ganjar ke Blitar, dalam rangka Ziarah ke presiden pertama Republik Indonesia. Selain itu kedatangan Ganjar ke Blitar, dalam rangka upaya konsolidasi untuk pemenang di wilayah Jawa Timur.
Pasalnya dalam beberapa hasil survei baik swasta maupun internal PDIP, Ganjar Pranowo masih dibawah Prabowo Subianto untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Barat. Hal itu tentu jadi perhatian oleh internal PDIP.
“Kami sendiri melakukan survei independen, memang antara Pak Prabowo itu bedanya sedikit hanya nol koma itu bedanya sedikit sekali,” terangnya.
Baca Juga: Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies dalam Simulasi Capres Poligov
DPD PDIP Jatim pun juga menyadari akan hasil survei tersebut. Makanya PDIP Jatim akan melakukan konsolidasi dengan para relawan dan juga berkomunikasi dengan sejumlah tokoh kyai untuk meningkatkan suara Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.
Ditanya mengenai kemungkinan DPD PDIP Jatim mengusulkan nama Khofifah Indar Parawansa sebagai Bakal Calon Wakil Presiden agar suara Ganjar tinggi di Jatim, Erma menyebut saat ini seluruh kader tegak lurus dengan Ketua umum, yakni Megawati Soekarnoputri. Menurutnya kewenangan menentukan Bacawapres merupakan hak prerogatif dari ketua umum partai.
“Kalau soal Wapres kami tegak lurus dengan Ketua Umum, kami sebagai pengurus DPD dan DPC menunggu dari mbak Puan yang saat ini sebagai Ketua DPP yang sedang membangun koalisi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Erma mengungkapkan bahwa sosok Khofifah memang masuk dalam Bursa Bakal Calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Ganjar Pranowo. Dalam beberapa survei internal PDIP Khofifah memiliki nilai yang hampir sama dengan sejumlah tokoh seperti Erik Thohir maupun Sandiaga Uno.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pilpres-2024″]
Meski demikian dalam proses tersebut DPP PDIP masih akan berkomunikasi dengan partai pendukungnya. Pasalnya PDIP memandang Koalisi merupakan langkah menyatukan ideologi bukan hanya tokohnya namun juga pendukung.
“Gubenur sebagai salah satu yang masuk bursa di survei juga ada, namun itu juga tergantung kemudian membangun koalisi yang tidak serta merta,” tutupnya. (owi/ted)






