Pamekasan (beritajatim.com) – Sekretaris DPC PDIP Pamekasan, Nadi Mulyadi menyampaikan pembagian dari kurban sebagai upaya untuk terus merawat semangat berbagi dan gotong royong khususnya di lingkungan internal partai politik (parpol) berlogo Kepala Banteng.
Hal tersebut disampaikan disela kegiatan kegiatan pemotongan 8 hewan kurban yang digagas PDIP Pamekasan bersama Said Abdullah Institut (SAI), yang hendak dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di Pamekasan, Jum’at (30/6/2023).
“Sesuai himbauan dari MH Said Abdullah, kader PDI Perjuangan diminta untuk selalu merawat semangat berbagi dan selalu bergotong royong,” kata Nadi Mulyadi.
Terlebih selama ini, PDI Perjuangan selalu komitmen mewujudkan sebagai Parpol Wong Cilik. “Jadi tidak ada gunanya juga daya ingat dan daya gerak kita tidak merujuk pada arah dan usaha memperbaiki kehidupan masyarakat kurang mampu,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Iduladha 1444 Hijriah, Harga Daging Sapi di Pamekasan Stabil
“Oleh karena itu, setiap Idul Adha adalah alarm spiritual, ada kewajiban sosial yang harus kita tunaikan, yakni berbagi dengan tetangga sekitar, secara umum masyarakat kurang mampu,” sambung Nadi Mulyadi.
Selain itu pihaknya sangat berharap program sosial tersebut dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya. “Tentunya kami sangat berharap hal ini bisa menjadi spirit sekaligus bermanfaat bagi sesama, khususnya warga kurang mampu dan membutuhkan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pada momentum Idul Adha 1444 Hijriah, PDIP Pamekasan bersama SAI memotong sebuah 8 ekor sapi kurban untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang membutuhkan. Pemotongan hewan kurban tersebut dilakukan serentak di sejumlah titik di Pamekasan, termasuk pembagian daging kurban juga akan disebar di sejumlah titik di Pamekasan. [pin/kun]






