Kediri (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru Kediri mendukung target swasembada gula konsumsi nasional. Dukungan itu diwujudkan dalam proses giling yang dijalankan.
Untuk mendukung swasembada gula, PG Pesantren Baru Kediri mentargetkan menggiling tebu sebanyak 845 ribu ton selama musim giling tahun 2023.
Manager Keuangan PG Pesantren Baru di Kediri Sariyadi mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan Perpres nomor 40 tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati.
Ratusan Warga Demo Pabrik Gula Pesantren Baru Kediri
“PG Pesantren Baru sebagai bagian dari Unit SGN (PT Sinergi Gula Nusantara) berkomitmen untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan swasembada gula konsumsi nasional,” ungkap Sariyadi.
Pada musim giling tahun 2023 ini, imbuh Sariadi, PG Pesantren Baru Kediri akan menggiling hingga 845 ribu ton tebu. Mayoritas tebu berasal dari petani di wilayah Kediri.
Agar operasional giling tebu berjalan lancar, pabrik gula dengan karyawan 1.500 orang ini menerapkan sistem operational exellent. Diantaranya dengan maintenance berkala guna mencegah kerusakan mesin dan menjaga performa pabrik.
Baca Juga : Pabrik Gula Jawa di Kediri Ludes Terbakar
“Disisi lain kami juga berkomitmen dalam pelaksanaan Environmental, Sosial, and Governance (ECG). Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak stakeholder dalam kegiatan operasional termasuk Kementerian Lingkungan Hidup melalui dinas lingkungan hidup baik tingkat provinsi dan kabupaten”, jelas Sariyadi.
Sebagai pabrik gula yang dikelola oleh SGN, PG Pesantren Baru Kediri sudah mendapat predikat Proper Biru. Artinya, sudah patuh terhadap ketentuan dan peratuwan yang berlaku.
“Kami sudah proper biru, dalam artian sudah memenuhi peraturan dan ketentuan diantaranya izin lingkungan, izin pembuangan limbah cair, izin tps B3 (tempat penyimpanan sementara limbah B3),” ungkapnya.
Baca Juga : Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Besi di Pabrik Gula Gempolkrep Mojokerto
Joko Nugroho, selaku Manager Teknik PG Pesantren Baru mengatakan, soal pembuangan limbah secara periodik dilakukan analisa emisi dan hasil analisa sesuai baku mutu, baik limbah cair dan emisi serta pengelolaan limbah B3. Bahkan analisa limbah cair setiap bulan dilakukan. Kami menggunakan wet scrubber untuk menangkap partikel padat sehingga tidak keluar cerobong
Terkait aksi yang mengatasnamakan warga pada Selasa (28/6/2023) kemarin, manajemen PG Pesantren Baru menghormati dan terus akan dilakukan evaluasi berkelanjutan terhadap operasional pabrik.
“Kami menghormati penyampaian aspirasi masyarakat yang berjalan dengan tertib tidak mengganggu operasional pabrik dan kami melakukan selalu menjalankan operasional berkelanjutan sehingga pencapaian program pemerintah yakni pencapaian ketahanan pangan dapat terwujud. Untuk itu kami juga membangun komunikasi dengan para stakeholder” pungkas Sariyadi.
Persiapan Giling, PTPN X Bentuk Kluster Pabrik Gula
Sekedar diketahui, target tahun giling 2023 PG Pesantren Baru diantaranya jumlah gula produksi sebesar 64 ribu ton gula, rendemen 7,6 persen dan produktivitas tebu sebesar 80,67 ton/hektar. [nm/ted]






