Surabaya (beritajatim.com) – Gunung Semeru mengalami erupsi selama 6 jam, yaitu mulai pukul 12.00 -18.00 WIB. Gempa juga terjadi sebanyak 16 kali. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 Km dari pusat erupsi.
Demikian diungkapkan oleh Gufron Alwi dari Badan Geologi/ESDM, Senin (26/6/2023). “Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah utara dan timur laut. Suhu udara sekitar 25-28°C,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi beritajatim.com.
Dijelaskan bahwa 10 kali gempa erupsi dengan amplitudo 13-22 mm, dan lama gempa 68-117 detik. Lalu 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 5-12 mm dan lama gempa 45-70 detik. Juga 6 kali Harmonik dengan amplitudo 6-20 mm, dan lama gempa 264-7988 detik. Ditambah 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 40 mm, S-P 12.6 detik dan lama gempa 77 detik.
Badan Geologi merekomendasikan tiga hal untuk masyarakat. Pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
BACA JUGA:
Status Gunung Semeru Turun di Level III Siaga
Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Ketiga, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. [but]






