Gresik (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1444 H, pemerintah menggelar 290 titik pasar murah. Dari jumlah itu, salah satunya digelar di Gresik, tepatnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme.
Keberadaan pasar murah itu, disambut baik oleh warga setempat. Salah satunya, Ayu ibu satu anak yang rela antri sejak pagi demi mendapatkan sembako dengan harga murah dibanding dengan harga di pasaran. “Ada selisihnya, baik itu harga telur ataupun beras. Jadi lumayan bisa membantu meringankan kebutuhan apalagi menjelang Iduladha,” ujarnya, Senin (26/06/2023).
Dalam kegiatan pasar murah itu, komoditas yang disediakan untuk masyarakat beragam dari beras hingga minyak goreng. Di antaranya adalah beras medium dengan jumlah pasokan 1.830 kilogram, bawang merah dengan pasokan 25 kilogram, bawang Putih dengan pasokan 15 kilogram.
Selanjutnya, cabai merah dengan pasokan 10 kilogram, cabai rawit dengan pasokan 25 kilogram. Kemudian telur ayam dengan pasokan 100 kilogram, minyak goreng dengan pasokan 600 liter, gula pasir dengan pasokan 300 kilogram, dan aneka olahan pangan dengan jumlah pasokan 100 kilogram.
Pasar murah ini dimaksudkan memberikan akses yang lebih terjangkau bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan utamanya menjelang Hari Raya Iduladha.
Wabup (Wakil Bupati) Gresik Aminatun Habibah mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah daerah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok. “Persoalan pangan erat kaitannya dengan laju inflasi suatu daerah. Kami dari pemerintah daerah sadar akan hal tersebut. Untuk itu, berbagai upaya kita lakukan untuk mengatasi gejolak harga dan ketersediaan pasokan komoditi,” katanya.
Seperti diketahui, Gerakan Pangan Murah ini diadakan serentak se-Indonesia, di 290 tempat dan melibatkan 34 dinas yang menangani urusan pangan di provinsi dan 256 dinas yang menangani urusan pangan di tingkat kabupaten/kota. [dny/kun]
BACA JUGA:






