Blitar (beritajatim.com) – Tank tempur jenis AMX-13 hibah dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah tiba di Monumen PETA Kota Blitar. Tank tempur AMX-13 itu tiba pada Minggu malam dengan pengawalan personel TNI AD.
Tank yang telah lama tidak digunakan ini diturunkan menggunakan ekskavator PC-200 dan We Loeder milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar. Tank AMX-13 itu kini telah ditempatkan di landasan sisi timur patung Monumen PETA.
Meski telah tiba namun kendaraan tempur milik TNI AD itu masih ditutup dengan terpal plastik. Hal ini dilakukan karena Tank AMX-13 itu masih perlu perbaikan.
“Belum dibuka karena masih perlu dilakukan perbaikan lagi,” kata Petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Waras Sugiarto, Senin (26/6/2023).
Kendaraan tempur AMX-13 adalah tank ringan buatan Prancis yang diproduksi dalam rentang tahun 1953 sampai dengan 1985. Tank ini digunakan Angkatan Darat Prancis sebagai Char 13T-75 modele 51 dan diekspor ke lebih dari 26 negara lainnya.
Baca Juga:
Akan Ada Tank Tempur dan Meriam Baru di Museum PETA Blitar
AMX-13 dilengkapi dengan turret berosilasi yang dibuat oleh GIAT Industries (sekarang Nexter) dengan magasin tipe revolver. Diperkirakan total produksi dari keluarga AMX-13 sekitar 7.700 unit, dengan 3.400 di antaranya diekspor.
AMX-13 dilengkapi dengan turret yang bisa berputar menghadap ke berbagai arah kiri kanan dibuat oleh GIAT Industries (sekarang Nexter) dengan jenis revolver magazine, yang juga digunakan pada SK-105 Kürassier Austria . Termasuk dengan prototipe dan versi ekspor, ada lebih dari seratus varian termasuk pula meriam gerak sendiri (self-propelled), sistem anti-pesawat, APC, dan versi ATGM.

Tank tempur buatan Prancis itu sudah menjadi kekuatan salah satu alutsista andalan TNI AD sejak 1960. Menilik data staockholm internasional peace research institute (SIPRI), TNI AD mulanya memiliki 315 unit tank penghancur tank lawan itu.
Rencananya selain tank tempur akan ada satu alutsista lain yang akan tiba di monumen PETA. Alustista tersebut adalah meriam yang juga hibah dari TNI AD.
Baca Juga:
Petirtaan Candi Gedog Blitar Bukti Legenda Joko Pangon Nyata
“Kami berharap ini bisa menjadi daya tarik dan daya jual Museum PETA ke masyarakat luas,” jelasnya.
Musem PETA sendiri baru akan direnovasi tahun depan. Saat ini Pemkot Blitar masih melakukan perencanaan pemeliharaan bangunan.
Nantinya Musem PETA ini akan terintegrasi dengan 2 ikon wisata Kota Blitar lainnya yakni Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit serta Istana Gebang di Kecamatan Sananwetan. Diharapkan Musem PETA ini bisa menjadi ikon baru wisata Kota Blitar.
Dengan begitu diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bung Karno Bisa meningkat drastis.
“Ini akan terintegrasi dengan Makam Bung Karno dan Istana Gebang, karena memang kalau dilihat secara historis kedua tokoh yakni Soeprijadi dan Bing Karno sering bertemu sebelum pemberontakan PETA,” kata dia. [owi/beq]






