Ngawi (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ngawi mengambil sampel rambut tulang paha kanan mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung. Petugas kembali menyambangi Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi dimana jenazah yang tinggal tulang itu disemayamkan.
Pun petugas Instalasi Pemulasaraan Jenazah kembali membuka kantong mayat untuk mengambil sampel rambut dan tulang paha kanan untuk tes DNA. Rencananya, sampel tersebut bakal dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur di Surabaya.
“Benar, kami mengambil sampel rambut dan tulang paha kanan untuk dikirim ke Laboratorium Forensik Surabaya. Tujuannya untuk mengetahui DNA mayat tersebut,” kata AKP Agung Joko Haryono, Kamis (22/6/2023)
Agung mengatakan jika pihaknya, sempat kembali lagi ke lokasi penemuan mayat di kebun jagung petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur. Timnya mencoba mencari beberapa bukti lain.
“Namun, yang kami temukan merupakan potongan tulang dan gigi korban yang masih tertinggal di lokasi. Kalau barang sementara belum ada temuan lagi,” katanya.
Sebelumnya, Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkap hasil otopsi tim Inafis dan tim medis. Diduga ada sumbatan pada jalan nafas pada mayat perempuan yang ditemukan di kebun jagung petak 53 A1 RPH Sidolaju BKPH Kedunggalar masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polres Ngawi dan pihak medis serta autopsi maka penyebab kematian adanya sumbatan jalan nafas, dibuktikan dengan adanya sianosis pada kuku-kuku tangan membiru,” kata Dwiasi sesuai pers rilis Humas Polres Ngawi, Selasa (20/6/2023).
Penyebab kematian dengan sumbatan jalan nafas tersebut menguatkan dugaan pembunuhan. Pun, saat ditemukan terdapat kain yang melilit leher mayat perempuan tersebut.
Sebelumnya diberitakan, petugas Perhutani Ngawi belakangan sudah mencium bau busuk di sekitar lokasi temuan mayat perempuan dengan celana melorot di Petak 53A1 masuk Desa Bangunrejo Kidul, Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).
Sulasno, salah satu anggota Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi mengaku sudah beberapa kali mencium bau busuk di jalan yang dekat dengan lahan kebun jagung garapan petani itu. Namun, dia mengira jika itu adalah bau bangkai hewan.
“Karena di area sini kadang ada orang nembak monyet, maka saya kira itu bangkai monyet. Atau bangkai ular lah kalau biasa kami temui itu. Sudah beberapa hari ini memang tercium bau busuk,” kata Sulasno saat di lokasi temuan mayat perempuan, Selasa (20/6/2023).
Dia baru tahu jika itu bukan bangkai hewan setelah kepala dusun setempat melaporkan ada mayat yang diduga adalah perempuan. “Saya lihat ada jaket ya, terus celananya agak melorot gitu ya. Sudah tinggal kerangka saja. Tapi tadi sudah dicek sama polisi, sudah dibawa jenazahnya ke RSUD dr Soeroto,” katanya.
BACA JUGA:
Mayat Perempuan Ngawi, Bertubuh Gemuk, Usia 30 Tahunan, Pakai Gelang Kuningan
Sebelumnya, rumput di lahan jagung yang digarap Sukamto warga Desa Planglor Kecamatan Widodaren Ngawi, Jawa Timur belum sepenuhnya mati. Dia pun mencari cara cepat dengan menyemprotkan cairan pembasmi rumput. Namun, saat belum semua rumput tersemprot, dirinya menemukan sesosok tubuh manusia.
Kaget sekaligus takut, dia mencoba memberanikan diri untuk melihat agak dekat. Dia mendekat dan melihat ada rambut, dan tengkorak manusia berbalut kaos, jaket berwarna biru dongker, dan celananya melorot itu nyaris tinggal kerangka saja. Namun, dia tak mendekat.
Dia pun memanggil petani lain yang kebetulan masih di ladang. Mereka menyimpulkan jika itu memang mayat Kemudian, mereka melaporkan kejadian itu pada kepala dusun tempat mereka menggarap lahan Perhutani di Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi.
“Saya awalnya gak tahu kalau itu mayat wanita atau laki-laki ya. Namun, yang jelas ada kelihatan jaketnya itu. Jaketnya kayak ada minyaknya. Kemudian, kelihatan tengkorak gitu ya sama rambut,” kata Sukamto masih sambil menggendong alat semprotnya.
Mayat itu dalam posisi telentang. Namun, yang mendekat bukan dirinya. Melainkan rekan sesama petani, serta saat polisi datang mereka hanya melihat dari kejauhan.
Mayat itu diperkirakan meninggal sejak 20 hari lalu. Gelang yang dipakai ada tiga model bertuliskan Nike BSBL di tangan kiri, di tangan kanan ada gelang mirip kuningan. Pun, kaos yang dipakai adalah kaos hitam, jaket yang ditemukan berwarna biru dongker dengan merk Eiger serta celana panjang motif kotak-kotak. Di lehernya ada kain bludru bermotif kotak-kotak.
Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan sudah membusuk di petak 53A1 lahan Perhutani masuk Desa Bangunrejo Kidul Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023) pukul 09.00 WIB. Tepatnya di kawasan lahan Perhutani yang digarap oleh warga dengan ditanami jagung. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan warga.
Saat ditemukan, kondisi celana korban sudah melorot, pun pria yang menemukan mayat itu pertama kali adalah Sukamto (59) penggarap lahan milik perhutani warga Desa Planglor Kecamatan Kedunggalar Ngawi.
Dia melihat ada jaket dan tengkorak manusia di kebun jagung yang dia garap. Sukamto yang terkejut dengan temuan itu langsung melaporkan kejadian tersebut pada Kepala Dusun dan berlanjut sampai ke Polsek Kedunggalar. “Saya pas menyemprot kan, ada jaket hitam dan tengkorak manusia, saya langsung lapor kepala dusun,” kata Sukamto, si penemu mayat.
Polsek Kedunggalar dan Satreskrim Polres Ngawi yang datang ke lokasi segera mengamankan tempat kejadian perkara. Pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Didapati jika korban masih mengenakan jaket bermerk Eiger berwarna biru dongker, kaos, gelang di kedua tangan, serta celana yang sudah melorot sampai lutut. Wanita itu diduga dibunuh karena ada kain yang menjerat lehernya saat ditemukan.
“Benar telah ditemukan jasad perempuan kondisi sudah membusuk. Hanya pakaian yang utuh, mengenakan jaket kaos dan celana setengah telanjang. Diduga dibunuh ada jeratan kain di leher. Untuk diperkosa apa tidak masih kami otopsi,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono.
Saat ini, Satreskrim Polres Ngawi masih menyisir lokasi guna mencari barang bukti lain. Saat ini jenazah perempuan itu sudah dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk diotopsi. [fiq/kun]






