Surabaya (beritajatim.com) – Ketua PAC PPP Pakal, Sasongko menyesalkan sikap tidak demokratis partai dalam penggantian Ketua Ali Mahfud. Padahal, kata dia, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya sudah sangat siap menghadapi Pemilu 2024 mendatang.
Namun, tiba-tiba ada penggantian ketua tanpa ada komunikasi dengan pengurus terlebih dulu. “Jangan ada perusuh dalam partai. Indonesia ini demokratis jangan asal main geruduk,” kata Sasongko saat dihubungi, Kamis (22/6/2023).
Menurutnya, selama dipimpin Ali Mahfud sebagai ketua DPC PPP Surabaya, masyarakat mulai memahami dan mengenal keberadaan PPP. Dia menyayangkan jika sikap partai tak bisa melihat dengan jernih. “Target Pemilu apa? Menang, harus ada perubahan di PPP Surabaya, kami memimpikan itu. Jangan menodai demokrasi Indonesia,” katanya.
“Selama ini, masyarakat di Pakal sudah merasakan kerja politik PPP Surabaya. Seperti pavingisasi sampai bantuan kursi roda, ini sama saja mendzolimi banyak orang,” tambahnya.
Sementara itu, sekretaris DPC PPP Surabaya, Rudi menyampaikan, sejak dipimpin Ali ada banyak perubahan yang dirasakan. Ranting mulai dibentuk. Dari 153 ranting, PPP Surabaya dibawah kendali Ali membentuk 90 ranting.
Padahal sebelumnya, tidak ada ranting. “Pondasi sudah kuat sekarang diambrukkan hanya karena satu orang. Banyak korban kebakaran di Surabaya juga sudah terbantu,” kata Rudi.
Kemudian Sekretaris Pengurus Anak Cabang (PAC) Genteng Yoyon pun menyayangkan sikap partai yang tiba-tiba mengganti ketua DPC PPP Surabaya. Padahal, lanjut dia, ketua RW dan RT sudah merapat dengan PPP Surabaya. “Jangan menghalalkan ambisius yang merusak saudara sendiri. PPP ini partai rumah kita bersama,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sebanyak 15 Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya mundur massal. Hal ini imbas pergantian Ketua DPC PPP Surabaya Ali Mahfud. “Ada 15 ketua PAC PPP Surabaya yang sore ini menyerahkan surat pengunduran diri di DPW PPP Jawa Timur di Kendangsari Surabaya,” kata Ketua PAC Bulak Surabaya Fakih saat dihubungi, Kamis (22/6/2023).
BACA JUGA:
PPP Jatim Pasang Target Satu Kursi per Dapil
Fakih menyebut resistensi di tubuh internal partai berlambang Ka’bah ini akibat penggantian tersebut. Menurut Fakih, penggantian tersebut tidak logis dan terkesan dibuat-buat karena tidak ada kesalahan yang dibuat oleh ketua DPC. [asg/kun]






