Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah tokoh mengapresiasi buku ‘Merahnya Ajaran Bung Karno‘ karya Airlangga Pribadi Kusman. Semisal yang disampaikan oleh Anggota DPR RI, Puti Guntur Soekarno. Dia sangat bahagia dengan terbitnya buku tersebut.
“Saya sangat berbahagia dan sangat mengapresiasi sekali atas buku yang ditulis oleh Mas Airlangga yang sudah membuat buku Merahnya Ajaran Bung Karno,” ujar Puti usai menjadi keynote speaker dalam acara bedah buku tersebut di Surabaya, Sabtu (17/6/2023).
Puti menilai, pada buku tersebut terdapat pemikiran-pemikiran Bung Karno yang dikupas secara komprehensif dan secara ilmiah. “Jadi, ada tulisan yang memang bisa memberikan gambaran secara ilmiah terkait ajaran dan pemikiran-pemikiran beliau,” tambahnya.
BACA JUGA:
Menengok Rumah Kelahiran Bung Karno, Tempat yang Akan Dikunjungi Ganjar Pranowo
Paling tidak, menurut Puti, buku tersebut bisa memperkaya sumber literasi jika memang ada para cendikiawan, mahasiswa, generasi muda yang ingin mengetahui seperti apa pemikiran Bung Karno.
Sementara menjelang pemilihan umum, saat ini Puti fokus untuk pemilihan legislatif. “Saya konsentrasi dulu ke pemilihan legislatif ya. Kan tugas partai adalah saya kembali sebagai bakal calon legislatif,”
Puti rencananya akan maju caleg DPR RI Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo) melalui PDI Perjuangan (PDIP). Puti mengaku belum mendapat arahan dari DPP PDIP untuk kembali maju di Pilgub Jatim 2024.
“Belum ada bisik-bisik, semua saya serahkan ke Ibu Ketum DPP Megawati Soekarnoputri. Saya sebagai petugas partai diberi tugas sekarang untuk fokus pileg. Insya Allah maju di Dapil Jatim I,” jelasnya.
Puti juga menyatakan belum ada penugasan untuk turun ke daerah-daerah lain di Jatim di luar Dapil Surabaya-Sidoarjo.
BACA JUGA:
Jokowi Tegaskan Gelar Pahlawan Nasional Bung Karno, Guntur: De-Soekarnoisasi Bisa Diredam
Pengamat politik dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie menilai, perlu menghadirkan kembali figur Bung Karno dalam menghadapi tantangan dan rintangan terhadap Indonesia.
“Gagasan-gagasan Soekarno dari ajaran Marhaenisme dan Pancasila sangat menarik untuk dibahas. Buku ini membahas pula tentang Indonesia yang revolusioner. Sekarang ini kita butuh figur Bung Karno. Sebelumnya kita seperti kehilangan figur yang sangat penting dalam sejarah Indonesia,” kata Connie.
Menurut Connie, ajaran Bung Karno sangat relevan dengan situasi politik dan sosial saat ini, terutama dalam membangun bangsa yang lebih baik dan menghadapi tantangan global seperti Indo-Pacific Security beserta ancamannya terhadap Indonesia.
“Bung Karno mengajarkan tentang apa namanya kehendak melawan belenggu. Dan, itu diaplikasikan oleh Bung Karno dalam dalam pengambilan keputusan negara,” ungkap Connie.
Connie menambahkan bagaimana gigihnya Bung Karno melawan Neokolonialisme barat dalam pidato yang berjudul Imperialisme Rahwana Dasamuka.
BACA JUGA:
Inilah Bukti Nama Presiden Soekarno Berasal dari Bumi Kediri
Ia sangat mengkhawatirkan apa yang diprediksi Bung Karno dalam pidato itu terhadap ancaman Neokolonialisne dan gabungan kapitalisme terhadap Indonesia seperti yang melanda Ukraina, Taiwan dan Connie khawatir akan menimpa Papua.
Menutup presentasinya, Connie mengingatkan perlunya menghormati ajaran Bung Karno. “Kita harus menghormati Bung Karno dan mewujudkan mimpinya untuk masa depan yang lebih baik,” pungkas Connie.
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar acara bedah buku ‘Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan Ala Indonesia’, karya Airlangga Pribadi Kusman.
Acara bedah buku tersebut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, anggota DPR RI yang juga cucu Bung Karno Puti Guntur Soekarno. Serta, Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, yang hadir secara daring via Zoom.
Hasto Kristiyanto mengatakan, acara yang digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno ini dipilih PDIP guna menggelar forum ilmiah untuk pemahaman edukasi terkait dengan ajaran Bung Karno. “Buku ini membingkai kerangka intelektual dalam memahami ide, gagasan dan pemikiran Bung Karno, tentang tata kehidupan bernegara,” kata Hasto.
BACA JUGA:
Eri Cahyadi Sampaikan Pesan Bung Karno pada Seluruh Warga Surabaya
Sementara Wali Kota Eri Cahyadi, di hadapan peserta dan kader PDIP Jatim, menyampaikan, harapan bahwa Surabaya dengan seluruh warganya, bisa menjadi api penerus perjuangan Bung Karno. “Karena Bung Karno memiliki darah Suroboyo. Dan, darah Arek Surabaya adalah darah Bung Karno,” kata Eri Cahyadi.
Eri Cahyadi juga mengutip pemikiran Bung Karno yang menurutnya sangat luar biasa dan membekas dalam ingatannya. “Bahwa tidak ada arti pemimpin tanpa rakyat. Pemimpin harus berjuang untuk rakyat, harus bisa jadi penyambung lidah rakyat,” kata Eri.
Dengan nilai-nilai Pancasila seperti yang diajarkan Bung Karno, Eri meyakini negara bisa lepas dari kebodohan dan kemiskinan. [tok/suf]






