Surabaya (beritajatim.com) – Bioskop Online, layanan video sesuai permintaan (TVOD), adakan roadshow screening film “Pesantren” di Wisma Jerman, Surabaya, Jum’at (16/6/2023). Film dokumenter ini sendiri menyoroti tentang kehidupan di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon.
Di mana para santri maupun santriwati di sana belajar agama dan hal lain terkait kehidupan dunia maupun akhirat. Termasuk di antaranya belajar untuk berpikir kritis, mendukung kesetaraan gender, hingga menghargai keberagaman. Hal ini sesuai dengan tajuk film itu sendiri, yakni “Belajar di Pesantren”.
“Salah satu hal yang perlu ada dalam film memang pesan atau pelajaran yang baik untuk disampaikan, itu juga yang ingin ditunjukkan pada film Pesantren. Bahkan film ini tidak hanya untuk umat Islam tapi juga bisa dinikmati secara universal atau non muslim,” ucap Ajeng Parameswari, President of Bioskop Online.
Direktur Wisma Jerman, Mike Neuber, pun mengapresiasi Bioskop Online yang telah membawakan film Pesantren ini. Menurutnya banyak pesan baik yang bisa penonton dapatkan.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Resmikan Pendopo Makam Auliya Desa Berbek Waru
“Film ini perlu ditonton oleh orang-orang di luar Indonesia, agar mereka tahu lebih dalam mengenai agama Islam. Karena banyak di luar sana orang salah paham. Terlebih untuk mengurangi prasangka karena ketidaktahuan masyarakat non muslim,” ujarnya.
Salah satu penonton juga mengaku sangat terkesan, bahkan ia menangis dari awal hingga akhir film dokumenter tersebut diputar. Lantaran mengingatkannya pada saat menjadi santri selama enam tahun di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.
Saat ini, film karya sutradara Shalahuddin Siregar tersebut tayang terbatas di Bioskop Online hingga 30 Juni 2023 mendatang. Bagi penonton di Surabaya bisa mendapatkan potongan harga sebesar Rp 5 ribu, dari harga asli Rp 15 ribu. Dengan menggunakan kode promo PESANTRENSUB. Adapun sebagian dari hasil pembelian tiket akan didonasikan ke Rumah Zakat. (fyi/ian)






