Malang (beritajatim.com) – Dualisme Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang muncul setelah Mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Husnul Hakim, menerima mandat sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Malang Periode 2023-2026 versi Haris Pratama.
Menanggapi hal itu, Zulham Ahmad Mubarok yang terpilih secara mutlak sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Malang Versi Riyano, mengaku tidak masalah. Jikapun akan ada perlawanan secara hukum keorganisasian, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada kewenangan DPD KNPI Jawa Timur.
“Munculnya KNPI sebelah saya pikiri tidak masalah, tidak apa-apa. Toh mereka semua juga kawan kita semua,” ungkap Zulham, Sabtu siang (17/6/2023).
Zulham menilai, soal perlawanan hukum akan dipusatkan di DPD KNPI Jatim.
“Karena kami sudah lakukan langkah langkah preventif ke DPD KNPI Jatim sudah. Kalau saya pribadi menanggapi dualisme ini biasa saja mas, karena terpisah memang. Ada KNPI versi Haris Pratama, ada versi kami mas Riyano,” ujarnya.
Baca Juga:
Wali Kota Malang Sutiaji Dukung Cara Sederhana Cegah Stunting
Zulham mengaku, selama ini pihaknya memegang SK Menkumham, jadi secara logo dan nama KNPI sudah jelas.
“Kami terdaftar di HAKI juga jelas. Jadi untuk mekanisme proses perlawanan hukumnya saya serahkan ke DPD KNPI Jatim,” beber Zulham.
Baca Juga:
Mantan Ketua Ansor Pimpin KNPI Kabupaten Malang Versi Haris Pratama
Zulham menambahkan, kawan kawan KNPI versi Haris Pratama bagaimanapun juga adalah rekan rekan kita. “KNPI sebelah ini kan rekan rekan kita juga. Sama sama OKP dan persepsinya. Mendirikan KNPI lagi pun tidak masalah,” pungkas Zulham. [yog/beq]






