Surabaya (beritajatim.com) – Kriminolog Ubhara memprediksi dua motif utama pelaku mutilasi di Sidoarjo dan Surabaya.
Perlu diketahui, petugas kepolisian menemukan potongan tubuh bagian atas tanpa tangan di Trosobo, Sidoarjo pada Sabtu (10/06/2023) dan potongan tubuh bagian bawah tanpa telapak kaki di Kenjeran Park, Surabaya, Senin (12/06/2023). Diduga kuat, dua potongan tubuh yang ditemukan terkait.
Kriminolog Universitas Bhayangkara (Ubhara) Dr. M. Sholehuddin, SH., M.H. menjelaskan jika dari perspektif teori kriminologi, ada dua motivasi utama pelaku pembunuhan melakukan mutilasi kepada korbannya. Pertama, ada dendam dan sakit hati yang luar biasa antara pelaku kepada korban. Sedangkan yang kedua, pelaku berniat untuk menghilangkan atau mengaburkan hasil kejahatannya.
“Saya melihat ada dua faktor. Ada kebencian yang sangat mendalam kepada korban. Yang kedua bisa juga motivasinya itu menghilangkan jejak. Supaya kejahatannya diketahui atau sulit dibongkar. Sehingga melakukan mutilasi. Itu dua hal yang paling penting,” ujar Sholehuddin ketika dihubungi Beritajatim.com, Rabu (14/06/2023).
Sholehuddin juga mengomentari terkait pelaku yang menaruh hasil kejahatannya di tempat yang ramai. Seperti yang terjadi di Trosobo, Sidoarjo, potongan tubuh yang dibungkus kresek hijau ditemukan di selokan belakang pos polisi Flyover Trosobo. Sedangkan, potongan tubuh terbungkus kresek hijau juga ditemukan di trotoar yang biasa digunakan berjualan oleh pedagang.
Baca Juga: Potongan Tubuh Hasil Mutilasi di Sidoarjo dan Surabaya Banyak Kemiripan
Menurut Sholehuddin, walaupun di tempat yang ramai, tapi kedua tempat itu berdekatan dengan sampah. Ada kemungkinan, pelaku berharap agar kresek hijau yang terbungkus rapat itu tersamarkan oleh bau sampah.
“Itu juga ada harapan ketika dikumpulkan menjadi satu bisa tersamarkan gitu. Tapi dalam teori tidak ada kejahatan tanpa menghilangkan jejak sepenuhnya. Meskipun rame harapannya nanti diangkut truk gitu kan,” imbuh Solehuddin.
Solehuddin memprediksi jika pelaku saat ini berusaha untuk menghilangkan jejak kejahatannya. Itu bisa dilihat dari potongan tubuh yang disebar di dua titik berbeda. Namun, menurut Sholehuddin pelaku tak memiliki motivasi untuk menantang kejelian pihak kepolisian.
“Ya itu tadi untuk menghilangkan jejak. Bisa mungkin rencana mau ke madura sana. Tp kemudian di tengah jalan tidak jadi karena takut ada razia atau apa. Saya kira enggak lah kalau menantang kejelian kepolisian,” tegas Sholehuddin.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi Korban di Sidoarjo dan Surabaya Usai Tewas
Sholehuddin juga menegaskan jika masih banyak kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terkait motivasi pelaku mutilasi di Sidoarjo dan Kenjeran. Sehingga ia meminta masyarakat membiarkan pihak kepolisian bekerja.
“Apakah yang memotong itu yang ahli anatomi tubuh misalnya. Belum tentu. Bisa jadi Ketepakan motongnya bagus. Masih banyak kemungkinan. Namun menurut saya tidak lepas dari dua motivasi yang sudah saya jelaskan,” pungkas Sholehuddin. (ang/ted)






