Bangkalan (beritajatim.com) – Menjelang hari raya Idul Adha atau kurban, aksi pencurian hewan ternak mulai marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bangkalan. Kali ini, korbanya adalah warga Desa Kranggan Timur, Kecamatan Galis.
Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, aksi pencurian itu dilakukan oleh dua pelaku yakni FL (19) warga Kecamatan Modung dan AR (20) warga Kecamatan Tanah Merah. Keduanya mengaku terpaksa mencuri sapi karena keterbatasan ekonomi.
Pada polisi kedua pelaku mengaku jika melakukan aksi pencurian itu bersama tiga teman lainnya. Namun, ketiganya berhasil kabur sedangkan keduanya ditangkap oleh polisi.
“Dua pelaku berhasil kami amankan. Untuk tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” ujarnya, Jumat (9/6/2023).
Ia juga mengatakan para pelaku telah melakukan aksi pencurian itu di lima TKP berbeda. Sedangkan pelaku AR hanya terlibat di dua TKP.
Dari hasil pencurian yang dilakukan itu, sapi-sapi tersebut dijual kembali ke pasar. Hasilnya, para pelaku mendapat jatah satu juta tiap ekor sapi yang laku.
“Pengakuan tersangka ia mendapatkan imbalan satu juta tiap ekornya,” jelasnya.
Baca Juga: Dikejar Warga, Pencuri Sapi Melarikan Diri ke Hutan
Febri juga mengatakan, dalam melancarkan aksinya, para pelaku melukai hidung sapi agar tidak berbunyi saat dibawa kabur.
“Mereka melukai hidung sapi sehingga darah yang keluar itu termakan oleh sapi dan tidak bersuara saat dibawa,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”2″ tag=”bangkalan”]
Dari penangkapan para pelaku, polisi juga berhasil mengamankan dua ekor sapi hasil curian yang belum sempat dijual pelaku ke pasar hewan.
“Barang bukti tersebut kami temukan di dekat rumah salah satu tersangka tepatnya di semak-semak,” pungkasnya.[sar/ted]






