Blitar (beritajatim.com) – Dalam sepekan, sebanyak dua orang meninggal akibat kecelakaan di Jalur Blitar-Malang. Kedua korban mengendarai sepeda motor.
Kecelakaan pertama terjadi pada Minggu (4/6/2023) di Jalur Blitar-Malang, tepatnya di Jalan Kesamben Kabupaten Blitar. Kecelakaan ini melibatkan satu sepeda motor dan truk pengangkut tebu.
Peristiwa ini bermula saat Eka Darmawan (19) melaju dari arah timur ke barat mengendarai sepeda motor GL MAX. Diduga pemuda asal Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar itu mengantuk hingga menabrak truk tebu di depannya.
Kerasnya benturan membuat pemuda 19 tahun itu luka parah. Dia meninggal dunia saat hendak dilarikan ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi, Blitar.
“Korban meninggal dunia saat hendak dilarikan ke rumah sakit mudi Waluyo Wlingi mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala dan tangan,” kata Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Mursid Budi Hartanto.
Baca Juga:
Mobil Pedagang Baju Lebaran Terbakar di Jalur Blitar-Malang
Sementara kecelakaan kedua terjadi pada Rabu (7/6/2023). Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan ini terjadi di Jalur Blitar-Malang, tepatnya di Jalan Kalilegi, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Kecelakaan ini melibatkan satu sepeda motor, satu truk dan satu mobil pribadi. Dalam peristiwa ini, pengendara sepeda motor juga meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit.
“Kecelakaan di Selorejo melibatkan tiga kendaraan dan satu orang menjadi korban saat dilarikan ke RS,” imbuhnya.
Peristiwa ini terjadi saat korban berinisial DPD (14) sedang mengendarai sepeda motor KLX di Jalur Blitar-Malang, tepatnya Kalilegi, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Kecelakaan bermula saat pelajar 14 tahun itu hendak mendahului sebuah mobil.
Diduga kurang konsentrasi dan kurang perhitungan kendaraan pelajar 14 tahun itupun bersenggolan dengan mobil Avanza yang dikemudikan oleh Tego Hariyanto. Pelajar 14 tahun itupun terjatuh hingga terpelanting dan menabrak truk yang sedang parkir di bahu jalan.
Baca Juga:
Warga Pasang Beton di Jalur Alternatif Blitar-Malang Rusak
Kerasnya benturan yang terjadi membuat DPD (14) mengalami luka serius di kepala dan meninggal dunia saat hendak dilarikan ke rumah sakit.
“Jadi korban meninggal dunia setelah berbenturan dengan mobil Avanza dan menabrak truk yang parkir di bahu jalan,” papar Mursid.
Kedua kasus kecelakaan tersebut kini masih ditangani oleh Satlantas Polres Blitar. Polres Blitar sendiri mengimbau kepada seluruh pengguna jalan raya untuk tertib mematuhi aturan lalulintas.
Diharapkan dengan begitu, bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya yang berujung pada kematian.
“Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk patuh aturan lalulintas, menggunakan helm dan mematuhi marka jalan, sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan,” tandasnya. [owi/beq]






