Malang(beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengatakan tingkat kehadiran siswa SD hingga SMP di Kota Malang dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mencapai 85 persen. Khusus untuk siswa SMP Negeri di Kota Malang bahkan mencapai 100 persen.
“Sesuai pengisian google form sebanyak 85 persen itu dari SD, MI dan SMP MTS. Kalau SMP Negeri sudah 100 persen (menjalani PTM), termasuk sekolah baru, yakni SMPN 28 dan 29 Kota Malang,” ujar Suwarjana, Kamis, (9/9/2021).
PTM di Kota Malang sebenarnya hanya ujicoba, berlaku selama tiga pekan saja. Otoritas terkait akan melakukan evaluasi usai masa ujicoba berakhir dengan melihat situasi pandemi Covid-19 di Kota Malang termasuk arahan dari Satgas Covid-19 pusat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PTM”]
Disdikbud Kota Malang meminta Kepala Sekolah terus berkoordinasi selama PTM. Tugas tambahanya memantau para siswa melalui wali murid untuk mengetahui kondisi buah hatinya selama pelaksanaan uji coba PTM.
“Ini kan uji coba. Kalau ada yang sakit ada kendala keluarga mohon maaf tidak usah memaksa. Kalau terlambat soal seragam jangan dimarahi. Kami ingin tiga minggu seperti ini dulu. Biar mereka merasakan PTM. Yang jelas tetap mengharapkan wali murid untuk antar jemput, putra-putrinya dibekali handsanitizer dan masker standar,” kata Suwarjana.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji saat peninjauan ke sejumlah sekolah melihat para siswa sangat bahagia bisa kembali bersekolah. Siswa senang karena bertemu dengan rekannya dan juga guru yang selama ini mengajar mereka. Disamping itu, jika siswa maupun tenaga pengajar sedang tidak sehat sebaiknya tidak memaksa datang ke sekolah.
“Tidak usah memaksakan kalau sedang sakit. Saya juga minta vaksin terus diselesaikan. Mungkin yang kemarin screening gagal, segera dilakukan lagi Jadi saya tekan kan jangan memaksakan tetapi sesuaikan kondisi sekolah dan guru tentang kesehatan,” tandas Sutiaji. (Luc/kun)






