Pacitan (beritajatim.com) – Dunia pendidikan di Kabupaten Pacitan tengah menghadapi tantangan serius. Hingga Juli 2025, sebanyak 84 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP) tercatat belum memiliki kepala sekolah definitif.
Kekosongan jabatan ini mayoritas disebabkan oleh banyaknya kepala sekolah yang memasuki masa pensiun sejak 2024 lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pacitan, Rino Budi Santoso, Kamis (31/7/2025).
“Untuk sementara, kami menunjuk pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah dari guru-guru terdekat yang sudah melalui proses evaluasi kompetensi,” ujarnya.
Sayangnya, proses pengisian kepala sekolah secara definitif belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Kuota seleksi yang didanai APBN tahun ini hanya mencakup 20 orang. Sementara seleksi dari APBD baru direncanakan pada tahun 2026.
“Kalau nanti anggarannya memungkinkan, mungkin bisa terpenuhi seluruhnya pada tahun depan,” jelas Rino.
Selain kendala anggaran, Rino juga menyebut minimnya minat guru untuk menjadi kepala sekolah turut memperumit situasi. Letak sekolah yang terpencil, tunjangan jabatan yang dianggap kurang signifikan, serta beban tanggung jawab yang besar menjadi alasan utama rendahnya animo.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Pacitan memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan normal dengan kepemimpinan para Plt kepala sekolah yang telah ditunjuk. Pihaknya berharap kondisi ini segera teratasi agar kualitas tata kelola pendidikan di daerah tetap terjaga. (tri/but)






