Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Sukarsih (63) warga Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sumringah. Ibu dua cucu itu mendapat bantuan 10 kilogram beras selama tiga bulan dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
Sukarsih merupakan dari 84.741 warga Kabupaten Gresik yang masuk data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan untuk pendistribusian perdana dipusatkan di Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas.
“Total untuk penyaluran perdana ada 96 KPM. Nantinya akan terus berlanjut selama tiga bulan sambil menunggu cleaning dari PT Pos Indonesia,” ujar Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoirul, Kamis (6/04/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/smrc-kuat-di-jatim-anies-ahy-atau-anies-khofifah-menang-lawan-ganjar/
Sementara itu, perwakilan Perum Bulog Surabaya, Setiawan menuturkan, pihaknya mendapat penugasan menyalurkan beras mulai bulan Maret hingga Mei 2023. Sesuai data yang diterima ada 84.741 KPM asal Gresik yang mendapat bantuan selama tiga kali.
“Beras yang disalurkan kualitas medium. Satu warga KPM mendapat jatah 10 kilogram. Untuk penyaluran perdana di Gresik dilakukan di Desa Dahanrejo,” tuturnya.
Wakil Bupati (Wabup) Gresik Aminatun Habibah, atau akrab dipanggil Bu Min yang hadir di kegiatan penyaluran perdana menyatakan beras merupakan makanan pokok. Kalau tidak makan nasi sama saja belum makan. Maka dari itu, bantuan pemerintah ini bisa membantu gizi utamanya karbohidrat. Bantuan tersebut bisa dijadikan untuk zakat.
“Berasnya dijamin kualitasnya terbaik. Yang menerima bantuan ini langsung dari Kemensos. Pemerintah daerah tidak ikut menentukan karena sudah ada list-nya,” pungkasnya. [dny/kun]






