Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak delapan polres di Rayon 4 Polda Jatim telah melaksanakan simulasi pengamanan untuk Pemilu 2024 yang akan datang. Simulasi ini melibatkan delapan Polres dalam Rayon 4 Polda Jatim dan mencakup berbagai skenario pengamanan terhadap potensi kerusuhan dan protes yang mungkin terjadi selama tahapan Pemilu.
Puncak dari simulasi ini adalah pengamanan terhadap kerusuhan yang mungkin timbul dari pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2024. Upaya pengamanan ini dilakukan oleh Rayon 4 Polda Jawa Timur dengan bantuan pasukan Brimob Kediri.
Hasil dari simulasi ini menunjukkan bahwa pasukan dari Rayon 4 Polda Jatim dan Brimob Kediri mampu mengatasi kerusuhan tersebut dengan baik. Setelah protes tersebut, simulasi dilanjutkan dengan aksi pembebasan Ketua KPU Kabupaten Blitar yang disandera oleh orang tak dikenal.
Simulasi tersebut juga mencakup adegan baku tembak selama pembebasan Ketua KPU Kabupaten Blitar dari penyanderaan. Akhirnya, Ketua KPU Kabupaten Blitar berhasil diselamatkan oleh tim Jihandak Bom Polda Jatim.
BACA JUGA:
Profil Perusahan Rokok Bokor Mas Blitar dan Mojokerto yang Dinyatakan Bangkrut
“Tadi diperagakan berbagai permasalahan dan penanganannya harapannya semua bisa mengerti bagaimana potensi permasalahan dan penyelesaiannya,” ujar Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setio
Simulasi ini melibatkan delapan Polres, Kodim 0808 Blitar, Brimob Kediri, dan tim Jihandak Polda Jatim, dengan total 787 personel gabungan.
BACA JUGA:
Dituntut 5 Tahun, Samanhudi Bantah Menganjurkan Pencurian di Rumah Dinas Walikota Blitar
Simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Polres di wilayah Rayon 4 Polda Jatim mengenai potensi teror dan cara penanganannya dalam Pemilu 2024 mendatang.
Selain itu, simulasi ini juga melibatkan KPU dan Bawaslu Kabupaten dan Kota Blitar. Diharapkan bahwa melalui simulasi gabungan ini, semua pihak dapat memahami potensi teror dan kerusuhan yang mungkin terjadi saat Pemilu 2024 mendatang. [owi/beq]






