Gresik (beritajatim.com) – Kegiatan inspiratif dilakukan oleh warga ring satu di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik. Mereka bisa mendapatkan paket sembako hanya dengan menukarkan sampah plastik yang dikumpulkan.
Selain bisa mengatasi persoalan sampah di lingkungan masing-masing, warga setempat juga dapat membantu perekonomian masyarakat dengan mendaur sampah plastik menjadi bahan produktif yang bernilai ekonomis.
Kepala Desa Roomo Rusdiyanto menuturkan, warganya sudah lama menciptakan barang bernilai yang berasal dari sampah plastik. Apalagi berdiri bank sampah.
“Bank sampah di tempat kami sudah lama berdiri dan dibina langsung oleh Petrokimia Gresik. Dari bank sampah tersebut, sampah yang semula tidak terpakai bisa berguna ketika diolah dan dikelola dengan baik,” tuturnya, Rabu (20/04/2022).
Sementara Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo yang membantu inisiasi warga Desa Roomo mengatakan, ada 8.600 paket sembako yang dibagikan di delapan desa sekitar perusahannya. Khusus, di Desa Roomo warga yang mendapatkan sembako harus menukarkan sampah plastik.
“Ini merupakan cara yang cerdas berplastik. Bukan kami mempersulit tapi menggugah masyarakat terhadap kepedulian terhadap sampah. Nantinya, sampah ini dikelola di bank sampah,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”petrokimia-gresik”]
Ia menambahkan kegiatan seperti berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya, warga akan mendapatkan sembako terlebih dulu harus membawa sampah plastik lalu ditukarkan dengan sembako yang berisi beras, minyak goreng dan lain-lain.
Salah satu warga yang menerima bantuan, yakni Kholim (67) nenek tiga cucu ini tidak menyangka sampah plastik yang dikumpulkan di rumah bisa ditukarkan dengan sembako buat kebutuhan sehari-hari.
“Tidak menyangka sampah plastik seperti botol ternyata ada manfaatnya. Setelah saya kumpulkan ternyata bisa ditukarkan sembako,” pungkasnya. [dny/but]






