Surabaya (beritajatim.com) – Makanan manis memang bikin kecanduan. Namun, jika dikonsumsi berlebihan akan memberikan efek negatif pada tubuh kita. Salah satunya bisa mengakibatkan diabetes. Untuk mencegahnya, ada 7 tanda ketika tubuh terlalu banyak mengonsumsi gula.
Berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan, konsumsi gula perhari tidak boleh lebih dari 50 gram, atau setara dengan empat sendok makan.
Konsumsi gula (terutama gula tambahan) memiliki efek yang negatif bagi tubuh apabila dikonsumsi berlebih. Penyakit kronis yang dapat diidap dari terlalu banyak konsumsi gula, selain sakit gigi seperti obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, hingga kelainan jantung.
Dilansir dari Healthline, berikut ini 7 tanda tubuh terlalu banyak mengonsumsi gula.
1. Mengalami Kenaikan Berat Badan atau Kesulitan Menurunkan Berat Badan
Mengonsumsi gula berlebih menyebabkan kenaikan berat badan dan kesulitan dalam menurunnya. Ini karena gula meningkatkan kadar insulin, sehingga tubuh berubah dari “mode pembakaran lemak” menjadi “mode penyimpanan lemak”.
Tempat penyimpanan favorit lemak visceral akibat mengonsumsi gula berlebih adalah perut. Ini sekaligus menjelaskan mengapa banyak orang yang memiliki perut buncit meskipun kurus.
BACA JUGA: Waspada! Ribuan Anak Terkena Diabetes Melitus Tipe 1
2. Memiliki Masalah Pencernaan
Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung, diare, dan gas berlebih. Gula dalam alkohol dan sirup jagung fruktosa adalah jenis gula olahan yang cenderung menyebabkan gangguan karena sulit diproses tubuh.
Gula yang berlebih apabila mencapai usus besar maka akan difermentasi oleh bakteri usus. Proses ini dapat menyebabkan penumpukan gas, yang sering kali disertai dengan kram, kembung, dan nyeri.
3. Merasa Murung, Mudah Tersinggung, atau Tertekan
Gula yang berlebihan menyebabkan perubahan suasana hati sehingga gampang marah. Banyak orang menyebut fenomena tersebut dengan istilah ‘sugar crush’.
Ketika kita mengonsumsi makanan tinggi gula yang kemudian dipecah menjadi glukosa untuk energi, tubuh secara tiba-tiba melepaskan sejumlah besar insulin untuk memproses dan mengeluarkan glukosa dari darah dan memindahkannya ke dalam sel.
Kelebihan insulin ini mengurangi jumlah glukosa dalam darah terlalu cepat, sehingga tubuh meresponnya dengan melepaskan adrenalin, kortisol, dan hormon lainnya untuk mengimbanginya.
BACA JUGA: Penderita Diabetes Wajib Tahu! Berikut Daftar Gula Alternatif yang Bisa Dicoba
4. Mengalami Kesulitan Tidur
Ketika seseorang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi, pada malam harinya mereka akan kesulitan tidur hingga menimbulkan perasaan gelisah.
Hal ini karena, konsumsi gula berlebih membuat tubuh memiliki energi yang tidak seimbang. Kondisi ini mempengaruhi produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur irama tidur.
5. Jerawat Parah atau Kerutan Dini pada Kulit
Gula berkontribusi pada peningkatan peradangan, yang memecah kolagen dan elastin di kulit. Kolagen dan elastin yang tidak bekerja dengan baik mengakibatkan kulit keriput dan kendur.
Gula juga menyebabkan tubuh melepaskan insulin dari pankreas untuk menyerap dan memindahkannya ke hati. Sehingga apabila pankreas terlalu sering memproses gula, hal itu dapat menyebabkan peradangan. Jerawat, dermatitis, psoriasis, dan rosacea juga dapat dipicu oleh respons inflamasi dalam tubuh.
8. Merasa Selalu Lapar
Gula adalah sumber bahan bakar yang paling mudah diurai oleh tubuh dibandingkan dengan protein, serat, dan lemak sehat. Ini berarti tubuh akan lebih cepat merasa lapar dan menginginkan makan lebih banyak lagi.
Gula juga menyebabkan hormon dopamin dilepaskan di otak, sehingga membuat kita merasakan kebahagiaan ketika makan banyak.
Ditambah lagi dengan gula yang dikonsumsi, kita bisa mengalami ngemil secara kompulsif dan rasa lapar yang tak terpuaskan. Makanan kaya gula juga cenderung padat kalori, yang menyebabkan asupan kalori yang lebih tinggi sepanjang hari dibandingkan makanan lainnya yang non gula.
Tanda-tanda tubuh kelebihan konsumsi gula di atas, bisa menjadi ‘warning’ bagi kita mengenai pola makan yang tidak baik bagi tubuh. (kai/nap)






