Surabaya (beritajatim.com) – Pekerjaan menjadi sebuah aktivitas penting dalam menjalankan keberlangsungan hidup manusia. Bahkan, ada yang mengatakan jika nilai dari pekerjaan sehari berada pada kepuasan kita terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan dengan baik.
Memang benar, kita bekerja untuk mencari nafkah sehingga memang selayaknya mendapatkan upah yang sesuai dengan nilai kita terhadap pekerjaan itu. Namun, ada beberapa pekerjaan yang dilakukan, tapi tanpa ada uang yang menggantikan sehingga kita menemukan dan melakukan pekerjaan dengan keinginan.
Hari Aksi Kerja mengingatkan kita dengan hal ini sehingga selalu ada harapan ketika ingin mendapatkan pekerjaan hebat yang membawa pada impian sebenarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”sejarah”]
Asal Mula Hari Aksi Kerja
Job Action Day atau Hari Aksi Kerja tercipta dengan sebuah tujuan mendorong para pencari kerja untuk berpikir dari kebiasaan mereka. Setelah itu, mereka dapat lebih fokus untuk pekerjaan yang sesuai dengan ambisi dan pendapatan setara.
Banyak yang percaya jika orang perlu mengikuti hasrat mereka saat mencari pekerjaan, supaya mereka benar-benar menemukan pekerjaan yang memberikan rasa puas dan cukup.
Namun, pada kenyataannya terkadang hal ini tidak berhasil. Bahkan, ada berbagai peluang besar yang terlewatkan karena fokus semakin sempit dan lebih berorientasi pada tujuan.
Maka dari itu, mulailah menggunakan gairah dalam menemukan pekerjaan yang ingin. Caranya untuk mendapatkannya dengan menanamkan cinta dan hasrat pada tertentu ke dalam pekerjaan apa pun yang sedang dijalani.
Apabila kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan tertentu, maka lakukan pekerjaan dengan sebaik mungkin sehingga orang dapat mengatakan bahwa kita termasuk salah satu orang yang hebat dalam melakukan hal itu.
Ide untuk merayakan Hari Aksi Kerja
Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menghidupkan kembali pencarian kerja dengan mulai memperluas pikiran mengenai profesi apa yang ingin dipilih.
Setelah itu, biar diri kita melihat kemungkinan dalam suatu posisi itu sebelum menganggap sebagai sesuatu yang tidak sesuai dengan hasrat. Jika kita sudah bekerja, maka fokuslah pada hal-hal tentang pekerjaan yang membuat kita suka dan bawa hasrat pada pekerjaan. (prd/nap)






