Ponorogo (beritajatim.com) – Sedikitnya ada 7 SMP Negeri di Ponorogo yang tidak memiliki kepala sekolah (kepsek) di beberapa sekolah, kekosongan kepsek ini sudah terjadi sejak tahun 2020 lalu. Kosongnya kursi kepsek ini terjadi lantaran adanya kepsek yang sudah memasuki masa pensiun atau purna tugas.
“Kekosongan kepsek ini ada yang sejak tahun 2020, ada yang di bulan Februari, September atau pun bulan Desember,” Kata Kabid Ketenagakerjaan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Sarjono, Rabu (1/9/2021).
Data dari Dindik Ponorogo 7 lembaga pendidikan yang kosong itu adalah SMPN 1 Ponorogo, SMPN 3 Ponorogo SMPN 1 Sambit, SMPN 2 Bungkal, SMPN 2 Babadan, SMPN 2 Slahung dan terbaru SMPN 2 Sukorejo.
“Bulan ini juga nambah 1 sekolah, yakni di SMPN 2 Sukorejo, karena kepseknya sudah purna tugas. Sehingga ada 7 SMPN yang tidak ada kepsek definitifnya,” ungkap Sarjono.
Untuk mengisi kekosongan pejabat kepsek di sekolah-sekolah itu, Dindik Ponorogo menugaskan beberapa kepsek untuk merangkap menjadi pelaksana tugas (Plt) di sekolah yang kosong kepseknya.
“Jadi ya tidak benar-benar kosong, kita tunjuk Plt utuk mengisinya. Saya contohkan SMPN 3 Ponorogo itu Plt kepseknya dari kepsek definitif SMPN 1 Babadan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Dindik Ponorogo, kata Sarjono tidak asal memberikan jabatan Plt kelsek. Pihaknya memilah yang merangkap Plt ini harus kepsek yang mempunyai kompetensi yang mumpuni. Sehingga jika ada beban tugas yang bertambah, tidak berpengaruh pada tupoksinya.
Dalam waktu dekat, Sarjono menyebut bahwa sekolah-sekolah tersebut, bakal akan diisi oleh kepsek definitif. Sebab, Dindik saat ini mempunya 6 orang yang sudah lulus diklat kepsek. Keenam nama itu, minggu ini akan diserahkan ke Pemkab Ponorogo sebagai pertimbangan untuk menugasi ke sekolah yang saat ini kosong.
“Data nama-nama itu kita kirimkan ke Bapak Bupati. Siapa yang layak menempati jabatan kepsek di sekolah yang kosong itu ya ditangan Bupati,” pungkasnya. (end/ted)






