Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menegaskan, dari 1.577 pendidik yang ada dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), ada sekitar 600 orang yang belum dapat insentif.
Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Rumah Perjuangan Himpaudi di Perum Japan Raya, Kecamatan Sooko. Peresmian digelar dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Himpaudi ke-19 ini diawali dengan senam dan jalan sehat dengan mengusung tema ‘Melangkah Bersama Menuju Indonesia Sehat dan Sejahtera’.
Turut dihadir Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Himpaudi Kabupaten Mojokerto, Bunda PAUD dan Camat se-Kabupaten Mojokerto dan Kepala Desa Japan. Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan tema HUT Himpaudi ke-19 mengandung tiga poin yang harus dikerjakan bersama, baik dari pemerintah maupun Himpaudi sendiri.
Tiga poin itu yakni melangkah bersama, Indonesia sehat dan sejahtera. Bupati menilai dalam sebuah organisasi seperti Himpaudi yang perlu digaris bawahi adalah jangan pernah merasa sendiri.
“Sebab dalam sebuah kelompok organisasi pasti ada kerja sama yang harus dibangun. Baik dari internal maupun eksternal organisasi itu sendiri. Himpaudi jangan pernah berpikir sendirian karena kita tidak pernah sendiri kita selalu bersama-sama,” ungkapnya.
Kedua adalah kata sehat. Menurutnya, kesehatan adalah modal dasar yang harus digaungkan pendidik kepada anak-anak. Menurutnya, Himpaudi harus mengambil peran untuk Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas yang diawali dengan SDM yang sehat.
“Ketiga yaitu sejahtera. Sejahtera ini adalah suatu kondisi yang harus diperjuangkan dan dilakukan bersama. Maka tema yang luar biasa pada HUT Himpaudi ke-19 ini, adalah hal yang riel yang bisa kita lakukan. Tidak perlu menunggu nanti – nanti, hanya butuh proses sesuai dengan peraturan yang diberlakukan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto akan menyerahkan hibah kepada Himpaudi Kabupaten Mojokerto untuk membangun rumah perjuangan. Bupati sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto ini juga memohon doa kepada Laskar Himpaudi agar Pemerintah Daerah bisa terus berikhtiar memberikan kesejahteraan.
“Sebab dari 1.577 pendidik yang ada dalam Himpaudi masih ada 600 sekian yang belum dapat insentif. Tolong Dinas Pendidikan diselesaikan. Jangan sampai ada yang belum dapat insentif, Baru kemudian kita akan naikkan pelan-pelan seluruh laskar Himpaudi,” pungkasnya. [tin/suf]






