Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 885 peserta mengikuti UTBK sesi satu di Unesa, Rabu (10/5/2023) pagi. Ada 6 peserta disabilitas dalam kesempatan itu. Mereka mengikuti tes di ruangan khusus.
Wakil Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Madlazim mengatakan, sebenarnya jumlah peserta disabilitas yang ada dalam daftar UTBK sesi khusus (sesi kelima) ada 8 orang. Namun, hanya 6 orang saja yang hadir.
Keenam peserta tersebut merupakan penyandang tunanetra, yang ujiannya memang difokuskan di ruangan khusus dengan perlengkapan yang khusus pula. Komputer mereka dilengkapi software Non Visual Desktop Access (NVDA). “Peserta ini membaca atau memahami soal lewat bantuan alat khusus itu. Selain itu juga ada perlengkapan yang dibutuhkan lainnya,” ujar Prof Madzalim.
Sementara itu, Direktur Disabilitas Unesa Dr Wagino mengungkapkan jika pihaknya memberikan pelayanan khusus bagi peserta disabilitas, seperti pendamping khusus dari mahasiswa dan dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/utbk-di-unesa-peserta-asal-kaltim-hampir-ketinggalan-pesawat/
Selain itu, juga ada pengawas yang bertugas untuk sesi khusus disabilitas dari dosen yang memang memiliki latar belakang PLB. “Tugas pengawas memastikan tidak ada kecurangan, memfasilitasi agar peserta nyaman mengerjakan tes, memastikan sistem berjalan lancar,” katanya.
Sedangkan Kepala Sub Direktorat Penerimaan dan Kelulusan Mahasiswa Dr Sukarmin menjelaskan, peserta disabilitas memiliki durasi pengerjaan tes yang sama dengan peserta reguler. Namun, dari aspek jumlah soal berbeda. Peserta disabilitas hanya 90 soal. Kendati jumlahnya berkurang, tidak menurunkan grade soal, karena bobotnya masih sama.
“Kan kecepatan membaca peserta disabilitas tunanetra itukan tidak secepat peserta reguler ya, jadinya ada penyesuaian dengan kebutuhan mereka. Kami tekankan lagi, penguarangan soal ini merupakan bentuk penyesuaian saja, tidak ada penurunan bobot atau grade soal,” paparnya.
Selaian penyesuain soal tes, lanjut Sukarmin, pelayanan yang diberikan Unesa pun disesuaikan dengan kebutuhan peserta disabilitas. Treatment yang diberikan bersifat menyeluruh. Bahkan, peserta disabilitas dari luar kota, Imanuel Arya, diberikan fasilitas penginapan di asrama mahasiswa. [ipl/kun]






