Lumajang (beritajatim.com) – Penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang melukai seorang siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, belum menemukan titik terang.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Lumajang bahkan belum dapat menyimpulkan jenis proyektil maupun siapa pemilik senjata setelah enam hari proses penyelidikan.
Padahal, korban sudah menjalani proses operasi untuk pengangkatan benda yang diduga proyektil peluru sesaat setelah kejadian.
Sebelumnya, siswi MTsN 1 Lumajang berinisial NS (14) diduga tertembak peluru nyasar pada bagian paha kiri saat sedang asyik bermain di jam istirahat sekolah, Rabu (4/2/2026).
Wakapolres Lumajang Kompol Suwarno tampak masih enggan memberikan komentar terkait perkembangan proses penyelidikan kasus dugaan peluru nyasar yang sudah memasuki hari ke-6 pascakejadian.
Bahkan, Suwarno terlihat bergegas meninggalkan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang dan menolak sesi wawancara dengan awak media setelah selesai menghadiri acara peringatan Hari Pers Nasional.
Suwarno berdalih sedang terburu-buru untuk menghadiri acara penting dan menyerahkan kewenangan penyampaian informasi kepada bidang humas Polres Lumajang.
“Ini saya sudah ditunggu Polda, ke Kasi Humas saja ya,” ujar Suwarno sembari memberi isyarat permohonan dengan kedua tangannya saat meninggalkan Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Senin (9/2/2026).
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, pihaknya belum bisa menentukan jenis peluru maupun senjata dalam kasus dugaan peluru nyasar tersebut.
Sebab, proses uji balistik proyektil peluru di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur belum dilakukan.
“Sementara belum bisa kita pastikan, karena nantinya harus melalui uji. Kita tidak bisa menyampaikan ini bentuknya apa, dari senjata apa, kalau tidak melalui uji,” terang Suprapto saat dikonfirmasi.
Selain itu, Suprapto juga menyampaikan pihaknya belum menerima hasil visum yang sebelumnya dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang terhadap korban. “Jadi, untuk hasil visum juga belum kita terima dari pihak rumah sakit,” ungkap Suprapto. (has/kun)






