Madiun (beritajatim.com) – Enam bulan sejak kasus pembunuhan Sundari (55), pemilik warung di jalur by pass Wilangan, Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hingga kini belum menemui titik terang. Identitas pelaku masih belum terungkap, memicu kekecewaan di tengah masyarakat.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis (16/10/2025) tersebut sempat menggegerkan warga, terutama karena lokasinya berada di perbatasan Madiun dan Nganjuk yang cukup ramai dilalui. Namun, seiring berjalannya waktu, perkembangan kasus justru terkesan meredup.
Minimnya informasi dari pihak kepolisian membuat warga mulai mempertanyakan keseriusan penanganan kasus. Salah satu warga, Heri Purnomo, mengaku kecewa karena tidak ada kejelasan hingga kini.
“Sudah hampir setengah tahun, tapi tidak ada kabar sama sekali. Ini kasus serius, kok seperti dibiarkan,” ujarnya.
Warga menilai, kasus pembunuhan yang terjadi di ruang publik seharusnya menjadi prioritas aparat penegak hukum. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan proses penanganan yang berjalan lambat tanpa transparansi yang memadai.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Madiun, Kemas Indra Natagara, hanya memberikan jawaban singkat.
“Langsung ke Kasatreskrim ngih,” ujarnya melalui pesan singkat.
Hingga Kamis (23/4/2026), upaya konfirmasi lanjutan belum mendapatkan respons dari pihak terkait. Sikap ini dinilai semakin memperkuat kesan tertutup dalam penanganan kasus.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kepastian hukum dan keamanan di wilayah tersebut. Warga mendesak Polres Madiun untuk segera mengungkap pelaku dan memberikan kejelasan atas kasus yang hingga kini masih menyisakan misteri.
Hingga saat ini, kematian Sundari masih menjadi tanda tanya besar. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera menuntaskan kasus tersebut sebelum kepercayaan publik semakin menurun. [rbr/beq]






