Magetan (beritajatim.com) – Pilkades (Pemilihan Kepala Desa) Serentak di Kabupaten Magetan bakal diamankan 519 personel gabungan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga Brimob Polda Jawa Timur. Tak hanya pada hari H, pengamanan dilaksanakan bahkan sebelum pelaksanaan.
Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan mengatakan terdapat potensi yang harus diwaspadai dalam pelaksanaan Pilkades serentak pada 12 September 2023. Pengamanan dilaksanakan bahkan saat pergeseran alat-alat penunjang.
“Kami juga dibantu dari Brimob Polda Jatim sejumlah 100 personel untuk pengamanan apabila terdapat situasi yang tidak diinginkan. Serta akan ada asistensi dari Biro Ops Polda maupun dari jajaran Rayon Madiun yang akan membackup dengan Siaga On Call,” kata Ridwan, Rabu (30/8/2023).
“Potensi yang harus diwaspadai adalah mobilisasi massa, karena desa kecil dalam artian pasti banyak masuk pendukung dari kubu A atau kubu B sehingga banyak provokasi,” tambahnya.
Untuk itu, Kapolres memastikan akan memaksimalkan peran serta Babinsa dan Babinkantibmas sebagai ujung tombak di lapangan untuk mengantisipasi munculnya konflik sosial antar calon pendukung.
BACA JUGA:
Pilkades Magetan, Suami Lawan Istri, Anak Lawan Ibu
“Dibutuhkan peran serta Babinsa dan Babinkantibmas untuk menetralisir, Jangan ada lagi satu desa gara-gara Pilkades kemudian terpecah karena beda pilihan hingga menimbulkan konflik,” ungkap Kapolres Magetan.
Pihaknya pun sudah melakukan rapat koordinasi Pengamanan Pilkades Serentak dengan Bupati Magetan Suprawoto dan jajaran Forkopimda dan lintas sektoral di Aula Pesat Gatra Polres Magetan, Senin (28/8/2023). [fiq/suf]






