Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 5 warga yang terdampak uap dari tangki Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di Tuban yang sebelumnya dilarikan ke Puskesmas Jenu akibat sesak nafas kini sudah dipulangkan.
Menurut Section Head Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Taufiq Kurniawan bahwa berdasarkan informasi adanya masyarakat yang mengalami sesak nafas akibat uap yang meluber ke udara sudah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas terdekat.
“Selain itu, tim medis dari Pertamina juga melakukan pengecekan terkait dengan kesehatan masyarakat termasuk kelima orang tersebut,” terang Taufiq Kurniawan. Senin (10/06/2024).
Pria yang akrab disapa Taufiq juga menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat tangki 02 Pertamax Oil Spill Fuel Tuban meluber, bukan kebocoran pipa.
“Di sekitar TBBM atau tangki itu memang bisa dikatakan area pemukiman rumahnya sedikit dan terminal BBM ini berbatasan antara Desa Tasikharjo dan Remen. Namun, sebetulnya lokasi yang paling dekat yaitu Tasikharjo,” kata Taufiq.
Tak hanya itu, di area sekitarnya tidak ada pemukiman yang signifikan, lebih ke area persawahan dan kejadian tersebut langsung mendapatkan penanganan yang cepat dengan mengerahkan vaccum truck dan oil absorbant.
“Termasuk kami juga melakukan pengecekan gas detector keliling untuk mengetahui apakah masih ada uap BBM di sekitar dan sekitar pukul 10.00 Wib hasilnya 0, sehingga kami pastikan kondisi pada siang hari ini sudah aman,” jelas Taufiq.
Tak terkecuali, 5 orang yang dilarikan di Puskesmas sudah dianjurkan oleh dokter untuk pulang. Sebab, kondisi pasien sudah tertangani dengan baik.
“Kami juga bekerjasama dengan BPBD Tuban kaitannya dengan evakuasi masyarakat untuk antisipasi adanya sesak nafas dan lain-lain,” tambahnya.
Mengingat status sudah aman, masyarakat yang berada di tenda pengungsian BPBD tepatnya di Desa Purworejo bisa kembali ke rumah masing-masing.
“Kami imbau untuk masyarakat agar membuka pintu-pintu rumah atau jendela, karena sebelumnya kita imbau agar tidak merokok kalau di dalam rumah masih ada uap BBM,” ungkapnya.
Sementara itu, pihaknya masih terus melakukan upaya penanganan, termasuk tim medis dari Pertamina melakukan tes kesehatan terhadap warga sekitar dan berharap tidak ada kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.[ayu/ted]






