Surabaya (beritajatim.com) – Manusia adalah makhluk sosial yang hidup saling berdampingan dengan orang lain. Tidak bisa hidup sendiri menjadi alasan mengapa seseorang perlu menjalin hubungan dengan orang lain, salah satunya dengan pertemanan.
Membangun hubungan pertemanan memang menyenangkan. Sebab, Anda tak lagi merasa kesepian dan hidup juga akan lebih berwarna.
Namun, nyatanya tidak semua pertemanan itu baik. Justru sebaliknya, ada pertemanan yang membuat Anda justru tak nyaman. Berikut ini, tanda red flags atau bahaya dalam suatu hubungan pertemanan agar Anda tak selamanya terjebak pada hubungan yang kurang sehat.
Pembohong
Pasti tidak ada satupun orang yang senang jika dibohongi. Sekali, dua kali, mungkin dimaafkan. Tapi, kalau terus-terusan bohong, mungkin Anda harus berpikir ulang kelanjutan pertemanan.
Manipulatif
Jika teman Anda sering bikin membuat Anda merasa bersalah apalagi sampai bikin Anda benci sama diri sendiri, itu termasuk tanda yang tak bagus. Teman yang seperti itu bakal membuat Anda tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.
Tidak Bertanggung Jawab
Pernah tidak, Anda berjumpa orang yang suka meminjam sesuatu tapi justru tidak dikembalikan? Malah, kalau kamu tagih, dia yang jadi marah.
Jenis-jenis orang yang seperti ini akan mempersulit Anda sendiri. Sebab kalau komitmennya adalah meminjam, apapun itu, seharusnya dikembalikan, bukan justru jadi miliknya sendiri.
Posesif Berlebihan
Anda selalu berhak untuk berteman sama siapa saja dan seharusnya teman Anda tidak melarang untuk bergaul dengan orang lain selama dalam konteks yang positif. Teman yang tidak baik alias posesif akan selalu menghalang-halangi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”teman”]
Membuat Anda Sulit Berkembang
Berteman harusnya membuat Anda mampu menjadi lebih baik bersama. Jika teman Anda mulai menghalangi untuk maju, maka itu bisa jadi tanda dia tak bisa Anda ajak berkembang.
Kita tidak ada kewajiban untuk harus mempertahankan orang lain seumur hidup. Kadang, tidak apa-apa juga jika kita terpaksa harus memutus hubungan dengan orang lain di hidup sebab kita berhak punya hidup yang sehat, baik juga bahagia. (dan/ian)






