Ponorogo (beritajatim.com) – Ponorogo mulai tancap gas menyiapkan pendidikan berstandar global. Tahun ajaran 2026/2027, 5 SMP Negeri di Bumi Reog resmi membuka International Class Program (ICP) dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Hal itu menandai langkah serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mencetak pelajar yang siap bersaing di level internasional.
Program tersebut menjadi tahun ketiga pelaksanaan ICP di Ponorogo. Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menilai program itu, mampu menjadi ruang bagi siswa dengan potensi akademik tinggi untuk mendapatkan layanan pendidikan yang lebih kompetitif dan berstandar global.
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan tidak semua SMP Negeri mendapat mandat membuka kelas internasional. Hanya 5 sekolah yang dipilih. Penunjukan 5 sekolah itu, dikarenakan dinilai siap dari sisi sumber daya maupun pengembangan pembelajaran.
“Untuk tahun ajaran 2026/2027, ada 5 SMP Negeri yang melaksanakan ICP, yakni SMPN 1 Ponorogo, SMPN 2 Ponorogo, SMPN 4 Ponorogo, SMPN 6 Ponorogo, dan SMPN 1 Jetis,” kata Nurhadi, ditulis Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, keberadaan ICP bukan sekadar kelas unggulan biasa. Program tersebut disiapkan untuk membentuk siswa yang memiliki kemampuan akademik lebih baik. Terutama dalam penguasaan bahasa Inggris dan daya saing global.
Nurhadi menjelaskan, pelaksanaan ICP juga tidak akan memengaruhi jumlah pagu penerimaan siswa secara keseluruhan di masing-masing sekolah. Dindik Ponorogo sudah menetapkan kuota khusus untuk kelas internasional dengan jumlah terbatas. Hal itu pentinh dilakukan, agar proses pembelajaran lebih efektif.
“Pagu untuk kelas ICP antara 25 sampai 30 siswa setiap kelas. Jadi tidak mengubah total pagu siswa yang sudah ditentukan,” jelasnya.
Dia menambahkan, fokus utama ICP adalah meningkatkan kompetensi literasi siswa, khususnya dalam bahasa Inggris. Karena itu, pola pembelajaran yang diterapkan tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional, tetapi juga dipadukan dengan kurikulum internasional Cambridge.
Dengan sistem tersebut, siswa diharapkan mampu memiliki kemampuan akademik yang lebih adaptif terhadap perkembangan pendidikan global. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ponorogo.
“ICP ini menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge. Harapannya kualitas pendidikan di Ponorogo terus meningkat dan siswa memiliki daya saing lebih tinggi,” pungkas Nurhadi.(end/ted)






