Surabaya (beritajatim.com) – Ngawi, salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, memiliki sejumlah destinasi wisata menarik, mulai dari wisata alam hingga sejarah. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah menjadikan Ngawi sebagai tempat persinggahan yang strategis, terutama bagi pelancong yang ingin mengeksplorasi sisi lain Jawa Timur.
Adapun berikut ini lima rekomendasi wisata di Ngawi yang bisa kamu kunjungi saat liburan.
1. Museum Trinil
Museum Trinil adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi pencinta sejarah dan arkeologi. Terletak di Kecamatan Kedunggalar, museum ini menyimpan berbagai koleksi fosil manusia purba, termasuk fosil Pithecanthropus Erectus, yang dikenal sebagai manusia kera berjalan tegak. Selain itu, terdapat juga fosil hewan purba seperti banteng dan gajah.
2. Monumen Soerjo
Monumen ini dibangun untuk mengenang jasa Gubernur Jawa Timur pertama, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, yang gugur pada masa revolusi. Berada di kawasan hutan jati yang sejuk dan asri, Monumen Soerjo menjadi tempat yang cocok untuk wisata sejarah sekaligus relaksasi. Pemandangan alam di sekitarnya juga sangat indah, menjadikannya tempat populer untuk bersantai bersama keluarga.
3. Kebun Teh Jamus
Ingin menikmati udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan? Kebun Teh Jamus adalah pilihan tepat. Terletak di Desa Girikerto, kawasan ini menyuguhkan panorama perkebunan teh yang luas dan suasana tropis yang menyejukkan. Kebun ini juga dilengkapi fasilitas wisata keluarga seperti kolam renang, spot foto, dan warung kopi khas daerah.
4. Waduk Pondok
Waduk Pondok menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar kota. Waduk ini tidak hanya berfungsi sebagai irigasi, tapi juga menawarkan keindahan lanskap air yang tenang dengan latar perbukitan. Aktivitas populer di sini termasuk memancing, atau sekadar duduk menikmati sunset. Suasana damai dan udara sejuk menjadikan Waduk Pondok tempat ideal untuk melepas penat.
5. Benteng Van Den Bosch (Benteng Pendem)
Benteng Van Den Bosch merupakan peninggalan kolonial Belanda yang terletak di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun. Disebut juga Benteng Pendem karena letaknya lebih rendah dari permukaan tanah sekitarnya, bangunan ini memiliki nilai sejarah tinggi. Dengan arsitektur khas era kolonial, benteng ini kini menjadi spot foto dan wisata edukasi sejarah yang sangat diminati. (fyi)






