Surabaya (beritajatim.com) – Eksim atau dermatitis atopik bukan sekadar masalah kulit biasa. Kondisi kronis ini kerap menimbulkan rasa gatal, kemerahan, hingga peradangan yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski banyak faktor yang memicu kambuhnya eksim, pola makan ternyata memainkan peran besar dalam memperparah atau meredakan gejalanya.
Tanpa disadari, sejumlah makanan yang umum dikonsumsi justru bisa menjadi pemicu eksim flare up. Oleh karena itu, penting bagi penderita eksim untuk lebih cermat dalam memilih asupan makanan harian. Berikut ini daftar makanan pantangan eksim yang sebaiknya dihindari agar kondisi kulit tetap terkendali dan tidak semakin parah.
1. Telur
Meski dikenal sebagai sumber protein yang praktis dan bernutrisi tinggi, telur ternyata termasuk dalam daftar makanan yang berpotensi memicu gejala eksim. Baik putih maupun kuning telur sama-sama mengandung senyawa alergen yang bisa memicu reaksi negatif pada kulit.
Bagi kalian yang memiliki alergi telur dan eksim sekaligus, disarankan untuk menghindari makanan olahan seperti mayones, puding, roti, atau kue. Saat makan di luar, pastikan untuk menanyakan komposisi bahan makanan guna mencegah kambuh.
2. Produk Olahan Susu
Susu sapi dan berbagai turunannya, seperti keju, yoghurt, dan es krim, dikenal mengandung alergen yang dapat menyebabkan peradangan dan memperparah eksim. Selain meningkatkan risiko alergi, produk susu juga dapat memicu reaksi inflamasi dalam tubuh yang berdampak pada kondisi kulit. Oleh karena itu, penderita eksim disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari konsumsi produk susu.
3. Kedelai dan Olahannya
Meskipun kedelai kerap menjadi alternatif protein nabati yang sehat, bagi sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kandungan proteinnya, konsumsi kedelai justru dapat memperburuk gejala eksim. Respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein dalam kedelai bisa menimbulkan reaksi berupa kulit merah, gatal, atau peradangan.
Produk turunan kedelai seperti susu kedelai, kecap, tauco, edamame, hingga bahan tambahan makanan seperti soy lecithin, perlu diwaspadai. Membaca label komposisi makanan sangat penting untuk menghindari paparan alergen tersembunyi.
4. Seafood
Bagi penderita eksim yang juga memiliki alergi terhadap makanan laut, menghindari seafood menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan. Protein dalam ikan dan hewan laut bercangkang, seperti udang, kepiting, dan kerang, dapat dianggap berbahaya oleh sistem imun dan memicu reaksi alergi. Jenis ikan laut seperti tuna, tongkol, dan salmon juga sebaiknya dihindari jika diketahui menimbulkan gejala.
5. Makanan Mengandung Gluten
Gluten merupakan protein yang terdapat dalam gandum, jelai, dan produk turunannya seperti roti, pasta, dan kue. Pada individu yang sensitif terhadap gluten, baik karena alergi, intoleransi, maupun penyakit celiac, konsumsi makanan ini bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan serta memperparah eksim.
Penelitian menunjukkan bahwa gluten dapat memengaruhi kesehatan usus dan sistem imun, dua faktor yang memiliki kaitan erat dengan kondisi kulit.
Menjaga pola makan yang tepat merupakan salah satu kunci dalam pengelolaan eksim. Menghindari makanan yang berpotensi memicu gejala tidak hanya membantu mencegah kekambuhan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup pengidap eksim. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan diet yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu. (mnd/ian)






