Surabaya (beritajatim.com) – Sejak 26 Oktober kemarin, Indonesia akhirnya membawa pulang mahkota dari ajang ‘putri-putrian’ dunia.
Eriska Puteri, atau yang akrab dipanggil Ika mendapatkan kemenangan di ajang Miss Grand Internasional dan memboyong pulang mahkota kemenangan ke Tanah Air.
Namun dibalik itu semua, kemenangan gadis asal Sumatera Utara ini meninggalkan pertanyaan mendasar di sebagian masyarakat kita, “Apa sih ajang Miss Grand Internasional itu?”
Ditambah lagi ajang ini akan diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Bali dan Jakarta dari tanggal 03 hingga 22 Oktober, yang memuat serangkaian acara hingga malam final.
Dalam website resminya, Miss Grand International (MGI) Pageant mewartakan diri sebagai pusat kreativitas dan hiburan kelas dunia, berkontribusi meningkatkan tingkat industri kontes kecantikan dunia, menciptakan Soft Power untuk menjadi pemimpin di arena kontes kecantikan internasional, dan memperluas branding ke seluruh dunia.
[berita-terkait number=”5″ tag=”fashion”]
Miss Grand International (MGI) dianggap sebagai kontes kecantikan internasional dengan peningkatan jumlah pengikut dan popularitas di media sosial dan kontes kecantikan yang paling cepat berkembang dewasa ini.
Mahkota kontes kecantikan Miss Grand International dikenal sebagai “Mahkota Emas” yang terbuat dari emas dan kuningan, dihiasi dengan berlian dan zamrud yang desainnya berubah setiap tiga tahun.
Penyelenggaraan Miss Grand International 2022 memang sudah dinanti-nantikan oleh pageant lovers Tanah Air maupun dunia. Tercatat, sudah empat kali diadakan, dari tahun pertama 2013, 2014 hingga 2015 diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Kemudian tahun 2016 barulah diselenggarakan di luar Thailand yakni Las Vegas, Amerika Serikat.
Bagi peminat kontes kecantikan, ajang ini memang sudah tidak asing lagi. Namun sebagian masyarakat kita masih awam bila dibandingkan dengan ajang kecantikan lainnya seperti Miss Universe atau Miss Word.
Agar bisa menjawab penasaran pembaca, simak fakta singkat mengenai kontes kecantikan satu ini yang dirangkung beritajatim.com dari berbagai sumber.
1. Miss Grand International Tidak Sama dengan Ajang Miss Universe atau Miss World
Mungkin karena belum seakrab ajang Miss Universe dan Miss World, beberapa warganet sempat menyangkut pautkan ketiganya. Faktanya ketiga ajang putri kecantikan ini tidak ada hubungannya. Penyelenggara, yayasan dan visi misi ketiganya berbeda.
Miss Grand Internasional sendiri memiliki visi misi memerangi kekerasan dan peperangan di dunia. Maka dari itu, setiap perhelatan dan juga kampanye yang dilakukan akan bertemakan dan mengkampanyekan stop peperangan dan juga kekerasan.
2. Miss Grand Internasional adalah produk buatan peminat pageant Thailand.
Kontes kecantikan Miss Grand Internasional merupakan ajang yang dibuat oleh organisasi kecantikan asal Negeri Gajah Putih Thailand. Figur publik pertama kali yang menggagas berdirinya ajang ini adalah Nawat Itsaragrisil dan Yuphiyao Thaivisut, keduanya aktif dalam bidang kecantikan dan entertainment Thailand.
Maka pemenang Miss Grand International wajib mejalankan tugasnya dari Bangkok, Thailand, yang berhubungan dengan kampanye stop kekerasan dan peperangan di dunia selama satu tahun penuh.
3. Miss Grand Internasional termasuk dalam kategori kontes Grandslam kecantikan
Meski tergolong baru, ajang ini sudah dinobatkan masuk jajaran kontes Grandslam pageant bersama dengan kontes Miss Universe, Miss Earth, Miss International, Miss Intercontinental dan Miss Supranational.
4. Sejarah Keikutsertaan Indonesia di ajang ini
Indonesia sudah berpartisipasi dan menorehkan berbagai prestasi sejak awal kontes ini diselenggarakan. Dikutip dari laman resmi Miss Grand Internasional, partisipasi Indonesia dimulai sejak tahun 2013, yang diwakili runner-up ketiga Puteri Indonesia 2012-2013 Novia Indriani Mamuaja. Dilanjutkan tahun 2014 yang diwakili Miss Earth Indonesia Air 2014 Margenie Winarti yang berhasil masuk jajaran Top 10. Lalu di tahun 2015 lalu yang diwakili runner-up 1 Puteri Pariwisata Indonesia 2014, Yolanda Remetwa berhasil meraih predikat top 10 popular vote dan top 20 best national costume.
Kemudian yang paling baru adalah runner-up 3 Puteri Indonesia 2016, Ariska Puteri Pertiwi yang berhasil menjadi Miss Grand International 2016 dan meraih predikat Best National Costume.
5. Jadwal Miss Grand Internasional di Indonesia
– Para finalis Miss Grand Internasional dijadwalkan akan mulai tiba di Bali untuk mengikuti masa karantina sekaligus masa registrasi pada Senin (3/10/2022).
– Kemudian di hari berikutnya, seluruh finalis diagendakan untuk mengikuti sashing ceremony sebagai acara seremonial dimulainya masa karantina.
– Pada 9 Oktober, finalis akan melakukan Sport Wear Competition sebagai pengganti sesi Swimsuit Competition. Mengambil tempat di Bebek Tepi Sawah, Ubud.
– Setelah berada di Bali selama satu pekan lebih, para finalis akan bertolak menuju Jakarta pada tanggal 14 Oktober 2022 untuk melanjutkan masa karantina dan melakukan berbagai persiapan menuju malam final.
– Pada 16 Oktober, finalis akan mengikuti car free day (CFD) di Jakarta.
– Pada tanggal 20 dan 22 Oktober, finalis akan akan tampil di sesi National Costume Competition untuk memperkenalkan budaya dan tradisi negara masing-masing dan penentuan 20 besar di malam final dala. Preliminary Competition. Kedua acara ini akan berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC). (Kai/nap)






