Surabaya (beritajatim.com) – Buang air kecil merupakan hal yang normal dilakukan oleh seseorang untuk membuang limbah cairan yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Namun, beberapa orang memiliki kebiasaan menahan pipis karena alasan tertentu. Meskipun buang air kecil dapat ditahan dalam waktu tertentu, akan tetapi hal ini memiliki dampak bagi kesehatan jika dilakukan terus menerus.
Lantas, apa saja dampak dari menahan buang air kecil terlalu lama? Dikutip dari berbagai sumber, berikut dampak menahan buang air kecil bagi kesehatan.
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Menahan buang air kecil bisa mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih. Hal ini dapat terjadi karena adanya kotoran, racun, dan limbah pada sistem kemih sehingga memunculkan infeksi.
Jika terlalu sering menahan buang air kecil, bakteri yang terkandung dalam urine akan menyebabkan infeksi pada bagian kandung kemih. Adapun gejala yang biasa dirasakan yaitu nyeri di perut bagian bawah, rasa sakit ketika sedang pipis, volume urine yang dikeluarkan jadi lebih sedikit, sampai ada darah yang keluar ketika sedang kencing.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
2. Pembengkakan kandung kemih
Kandung kemih pada orang dewasa sehat biasanya dapat menyimpan hingga 440 ml cairan. Jika dalam sehari seseorang minum delapan gelas per hari, maka jumlah cairan yang dikonsumsi sekitar 2 liter air.
Artinya, kandung kemih rata-rata dapat menampung hingga seperempat air yang diminum setiap hari. Meski seseorang minum banyak air untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh dan ginjal dalam keadaan sehat, namun perlu diseimbangkan dengan rutin buang air kecil.
Pasalnya, jika terbiasa menahan kencing, maka urin akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan. Bahkan, pada beberapa kasus, kebiasaan ini bisa menyebabkan kandung kemih pecah.
3. Nyeri Pinggang
Menahan kencing juga bisa berdampak pada nyeri pinggang. Hal ini disebabkan saat menahan kencing, tubuh berusaha melawan sinyal dari saraf kandung kemih dan otak. Akibatnya, bulu kuduk merinding dan bagian perut terasa penuh hingga merasakan nyeri.
Hal ini tentu tidak boleh dibiasakan karena rasa nyeri dapat menyebar dari bagian bawah perut hingga ke pinggang. Rasa nyeri ini muncul akibat sebagian besar otot di sekitar kandung kemih dan ginjal terus menegang.
Kendati demikian, rasa nyeri mungkin akan berubah menjadi rasa lega beberapa saat setelah berhasil buang air kecil. Maka dari itu, menahan pipis sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan berbagai masalah yang mengganggu.
4.Batu ginjal
Batu ginjal merupakan “batu” kecil yang terbentuk dalam ginjal dari kelebihan natrium dan kalsium. Jika endapan mineral ini tidak dikeluarkan secara teratur melalui urin, maka akan membentuk batu. Oleh karena itu, orang-orang yang sering menahan kencing berisiko memiliki batu ginjal.
Umumnya, batu ginjal yang berukuran kecil dapat dikeluarkan lewat saluran kemih tanpa menimbulkan rasa sakit. Namun, ketika seseorang terlalu sering menunda-nunda buang air kecil, kandungan mineral dan garam pada urine justru dapat mengembangkan batu yang lebih besar.
Jika hal ini terjadi, batu dapat menyumbat saluran kemih dan menghalangi aliran urine dari ginjal dalam proses pembentukan urine.
5. Interstitial cystitis (IC)
Menahan kencing terlalu lama bisa menyebabkan Interstitial cystitis (IC). Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan kandung kemih. Gejala dari IC yaitu rasa sakit di panggul dan beser (dengan melibatkan buang air kecil lebih dari enam puluh kali dalam satu hari).
Itulah 5 bahaya menahan buang air kecil. Mari sayangi kandung kemih dengan tidak menahan buang air kecil. (nap)






