Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 46 dokter baru Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) resmi dilantik pada Rabu (11/2/2026). Mereka berkomitmen mengabdi di berbagai pelosok Nusantara setelah mengucapkan sumpah profesi di Auditorium Kampus B Unusa.
Para dokter muda ini berasal dari latar belakang geografis berbeda, mulai dari Sulawesi, Papua, hingga Maluku. Meski menempuh pendidikan di kota besar, mereka memutuskan kembali ke daerah asal untuk melayani masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan.
Pia, salah satu dokter baru asal Mobagu, Sulawesi Utara, menegaskan tekadnya untuk kembali. Ia ingin menjadi jawaban atas minimnya layanan medis di kampung halamannya yang selama ini memaksa warga menempuh jarak jauh untuk berobat.
“Sejak awal saya ingin kembali ke Mobagu. Dokter bukan hanya tentang menyembuhkan penyakit, tetapi menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat yang selama ini harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Pia.
Nabila Yusmawati, dokter asal Manokwari, Papua Barat, membawa misi serupa. Pengalamannya mendampingi ibunya memberikan pelayanan di daerah terpencil menumbuhkan kesadaran bahwa kehadiran tenaga medis sangat krusial untuk mengubah ketakutan menjadi harapan bagi warga.
Sementara itu, Muhammad Rafli asal Tarakan melihat pulang kampung sebagai bentuk keberanian dan kebutuhan. Ia berencana mendalami spesialisasi jantung untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang masih terbatas di wilayahnya yang kini berkembang pesat.
Dokter baru lainnya, Nuzlan Nuari dari Morotai, Maluku Utara, memimpikan penguatan sistem kesehatan di daerahnya. Ia bertekad menjadi spesialis bedah saraf dan akademisi untuk membangun fasilitas kesehatan yang lebih modern di tanah kelahirannya.
Langkah 46 dokter muda ini dinilai berbeda dari tren tenaga kesehatan yang cenderung menumpuk di kota besar. Mereka memilih jalur pengabdian yang lebih sunyi namun bermakna untuk memastikan harapan hidup tidak terhalang jarak dan fasilitas. [ipl/ted]






