Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Endy Alim Abdi Nusa mengatakan, bahwa jumlah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang beroperasi terus bertambah. Semula saat peresmian dari 8.494 KDMP yang diluncurkan, sebanyak 23 beroperasi. Kini, jumlahnya telah mencapai 41 yang operasional.
“Saat ini sudah 41 yang beroperasi, jumlah ini akan terus bertambah,” ujarnya, Kamis (7/8/2025).
Ke depan, kata Endy, Dinkop UKM Jatim terus melakukan percepatan terhadap operasional KDMP secara bertahap. Ia mengakui bahwa memang ada target khusus dari Presiden Prabowo Subianto agar KDMP dapat beroperasi semua tahun ini.
“Target Pak Prabowo, akhir tahun bisa beroperasi. Tapi kita pelan-pelan. Jadi keinginan kita sampai dengan Agustus itu mungkin satu kecamatan, satu koperasi yang operasional,” katanya.
Sejauh ini, lanjut Endy, KDMP yang telah operasional rata-rata menjual sembako. Ia mendorong koperasi tersebut juga bisa berkembang bisang usahanya. Misalnya menjadi distributor LPG dan pupuk.
“Meskipun tidak lengkap, rata-rat punya toko sembako. Sudah berjalan, transaksinya lumayan bagus. Sudah jutaan, terkait kebutuhan pokok beras, gula, minyak goreng dan lain-lain,” katanya.
“Ini akan terus kami dampingi, sehingga koperasi ini bisa jasi distributor LPG, distributor pupuk dan lain-lain, bisnisnya bisa semakin berkembang,” tambah dia.
Untuk mewujudkan itu semua, Endy mendorong kepada KDMP agar proaktif dalam mengoperasikan koperasinya. Misalnya mereka menyediakan data tentang apa yang dibutuhkan, sehingga dinas bisa langsung membantunya.
“Kita harapkan teman-teman proaktif menyusun model bisnis. Kalau ada proposalnya, nanti bisa diajukan ke Bulog, Pupuk Indonesia dan Pertamina. Bisa dibuat model konsinyasi,” pungkasnya. [tok/beq]






