Surabaya (beritajatim.com) – HP, seorang anggota KPPS di Kecamatan Genteng, Surabaya yang tersengat aliran listrik saat hendak mendirikan tenda TPS di wilayahnya akan naik meja operasi, Kamis (28/11/2024).
Hal itu disampaikan Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM, KPU Kota Surabaya Subairi. Katanya, petugas KPPS berinisial HP kini sedang dirawat intensif di RS. dr Moh Soewandhie, akibat luka luka di bagian tangannya.
“Akan operasi karena di bagian tangannya terluka setelah terjatuh karena tersetrum (tersengat listrik). Jatuhnya itu terbentur benda keras hingga membuat tangannya terluka,” kata Subairi, Kamis.
Subairi menjelaskan, sebenarnya rencana operasi ini langsung dilakukan setelah HP dilarikan ke RS. dr Moh Soewandhie, Rabu (28/11/2024) kemarin. Tapi urung dilakukan, sebab menunggu keluarganya; untuk melengkapi beberapa berkas.
“Sebenarnya kemarin dioperasinya, tapi ada yang belum siap dan akhirnya ditunda menjadi hari ini. Yang bersangkutan akan menjalani operasi di RS. dr Moh Soewandhie,” terang Subairi menjelaskan.
KPU Kota Surabaya akan memberikan dukungan pemulihan, lanjut Subairi, di mana ia berkoordinasi bersama anggota PPK di Genteng, Surabaya, terkait hal-hal yang bisa disupport oleh KPU Surabaya selaku institusi bertanggung jawab menaungi korban.
“Kita sudah koordinasikan ke teman- teman PPK. Mereka yang termasuk dalam anggota badan ad hoc juga sudah kami daftarkan dan ikutkan BPJS. Kita upayakan yang sebaik baiknya,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, insiden kecelakaan saat hari H pencoblosan Pilkada Serentak 2024, Rabu (28/11) kemarin, menimpa dua anggota KPPS di TPS Surabaya.
Petugas KPPS tersebut adalah HP di Kecamatan Genteng, yang tersengat listrik hingga ia terjatuh. Sementara petugas lain, kejadian terjadi di Kecamatan Gubeng, tertimpa atap tenda TPS yang ambruk akibat hujan deras, Rabu petang kemarin. [ram/ian]






