Mojokerto (beritajatim.com) – Banjir di Dusun Gembongan, Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto merendam sedikit 40 rumah, Minggu (27/2/2022). Tak hanya itu, sekitar 15 hektar tanaman padi yang baru muncul bulir padi terendam air banjir kiriman.
Kepala Desa (Kades) Jotangan, M Irfak mengatakan, banjir di Desa Jotangan merupakan banjir langganan yang terjadi setiap tahun. “Hujan yang sangat lebat dan aliran sungai di daerah Kutorejo mengalir ke Dusun Gembongan, finisnya di sini. Ini merupakan banjir luapan sungai dari atas,” ungkapnya.
Ketinggian air banjir di jalan Dusun Gembongan mulai 50 cm sampai 1 meter. Sementara, air masuk ke rumah warga sekitar 40 rumah dengan ketinggian 10 sampai 30 cm. Kandang ayam, bebek milik warga rusak dan ternak hanyut terbawa arus air sungai yang mengalir di Dusun Gembongan.
“Tadi pagi, Pak Camat ke sini, dari BPBD juga ke lokasi. Sudah mulai dilakukan pembersihan Kali Sadar dan menghidupkan pompa penyedot air. Ada satu unit pompa air di sini tapi besar, alhamdulillah BPBD sudah kasih pompa. Dan alhamdulillah tidak ada warga yang mengungsi karena ada pompa sehingga air bisa cepat disedot,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-mojokerto”]
Masih kata Kades, diperkirakan air akan benar-benar bersih satu sampai dua hari ke depan. Tahun 2022 ini, merupakan banjir yang ketiga. Namun kondisi banjir lebih parah sebelumnya karena sebelumnya belum ada pompa air. Saat banjir sekitar tahun 2000-2005, warga mengungsi di balai desa dan rumah saudara saat banjir tiba.
“Gembongan itu sudah langganan setiap tahun, jika hujan deras, bulan 1 sampai awal bulan 5 rawan banjir. Namun kalau hujan hanya terjadi di wilayah kita, selatan tidak hujan, tidak sampai seperti ini. Karena ini banjir kiriman dari wilayah selatan, Kutorejo. Air ini masuk ke pemukiman warga sekira pukul 02.00 WIB,” jelasnya. [tin/but]






