Sumenep (beritajatim.com) – Sebanyak 96 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 di Kabupaten Sumenep mulai menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).
“MPLS ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai hari ini hingga 13 Oktober. Tujuan MPLS ini agar anak-anak bisa lebih cepat beradaptasi dengah lingkungan barunya,” kata Kepala SRT 49 Norani Yanuar Subandi, Selasa (30/09/2025).
Ia mengakui bahwa ada 4 siswa di tingkat SD yang menangis minta pulang. Mereka kemudian dijemput orang tuanya. Namun setelah dibujuk, para siswa itu bersedia kembali ke sekolah rakyat.
“Tadi orang tuanya telpon saya. Bilang kalau anaknya sudah mau kembali ke sini. Ya maklum lah. Namanya masih kecil. Anak kelas 1 SD, pisah dengan orang tuanya. Memang perlu adaptasi ya,” ujarnya sambil tersenyum.
Dari 96 siswa di sekokah rakyat, 46 siswa berada di jenjang Sekolah Dasar, dan 50 siswa di jenjang Sekolah Menengah Pertama.
“Kami ada kelas persiapan. Itu berupa matrikulasi. Jadi menyesuaikan dengan pencapaian anak, atau multi grade. Kemudian ada kelas akademik, dan keasramaan,” terangnya.
Ia memaparkan, para siswa memulai aktifitas pada jam 3.30 WIB untuk melakukan sholat tahajud, kemudian sholat Subuh berjamaah. Kegiatan berikutnya pukul 5.30 WIB senam pagi, dilanjutkan sarapan bersama pada jam 06.00 WIB. Kemudian pada jam 07.00 WIB, para siswa mulai masuk kelas menerima pelajaran seperti biasa.
Untuk sore hari, siswa mengikuti ekstra kurikuler sesuai bakat dan minat masing-masing. Sedangkan malam hari selepas sholat Isya, siswa mengikuti muroja’ah atau belajar Al Qur’an, kemudian juga ada baca kitab. Jam 21 WIB, para siswa sudah harus masuk ke kamar dan tidur.
“Semoga sekolah rakyat ini bisa mengantarkan anak didik menjadi calon-calon pemimpin di 2045. Seperti slogan kami, Cerdas bersama, tumbuh setara, tanpa memandang status sosial,” tandasnya. (tem/but)






