Surabaya (beritajatim.com) – Media sosial memang mengandung banyak sisi. Media sosial bisa berdampak baik saat digunakan dengan bijak, sebaliknya media sosial yang tidak digunakan dengan bijak justru mendatang efek negatif.
Media sosial bisa jadi sarana menjalin komunikasi, mendapatkan informasi, atau membagikan inspirasi. Namun, terlalu tersorot dalam media sosial hingga kehilangan kontrol diri dan membuat produktivitas menurun. Hati-hati, mungkin Anda sudah mulai kecanduan media sosial dan sudah saatnya melakukan mengambil jeda dari media sosial.
Ada beberapa ciri yang bisa jadi tanda kalau kamu butuh jeda untuk sejenak berhenti bermedia sosial. Ciri itu misalnya: selalu membandingkan diri, terus menggulirkan linimasa tanpa menyadarinya, gampang merasa kesal atau cemas dengan informasi yang diakses, hingga sulit menikmati sesuatu tanpa mengunggahnya lebih dulu.
Kecanduan media sosial ini juga memiliki latar belakang. Penyebab yang jika Anda ketahui secara pasti mungkin akan saatnya ambil jeda dari media sosial. Berikut ini beberapa penyebab seseorang bisa mengalami kecanduan media sosial.
FOMO (fear of missing out)
FoMo adalah istilah yang digunakan pada orang yang selalu ingin jadi ter-update dan terdepan dalam mengakses media sosial baik itu berita, isu maupun topik terbaru. Media sosial memungkinkan seseorang untuk lebih mudah terlibat dengan kehidupan orang lain. Orang tidak ingin ketinggalan berita atau gosip.
Ego
Saat ini, kita hidup di era ketika orang punya obsesi untuk menunjukkan keakuannya. Hal ini lantas mendorong seseorang untuk selalu memperbarui status.
[berita-terkait number=”3″ tag=”medsos”]
Meningkatkan kepercayaan diri dengan komparasi
Dengan apa yang dialami atau dimiliki seseorang, lantas menggap dirinya bisa merasa superior. Di sisi lain, jika yang terjadi sebaliknya, seseorang akan bisa merasa inferior, tidak percaya diri, bahkan depresi.
Kimia otak
Notifikasi dari media sosial dapat punya efek penghargaan untuk jiwa seseorang. Kita juga mendapat adrenalin dari respons orang lain pada konten media sosial kita. Hal ini yang menyebabkan orang lantas terdorong untuk kecanduan karena bawaan kimia untuk selalu ingin mendapat perhatian dari orang lain.
Coba ubah pola pikir dan cara pandang dalam menyikapi media sosial. Terutama dengan beberapa hal yang negatif, diubah menjadi positif. Sehingga kecanduan media sosial bisa teratasi. (dan/ian)






