Kediri (beritajatim.com) — Kabar kurang mengenakkan datang dari jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang sedang menunaikan rukun islam kelima.
Ada empat orang jemaah haji asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur yang saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit (RS) yang ada di Mekkah.
Keempat jemaah haji kloter sub 30 Kabupaten Kediri itu dirawat di RS yang berbeda. Tiga orang di RS An-Nur sedangkan satu jemaah di RS Almany Mekkah.
Sakitnya empat orang jemaah haji Kabupaten Kediri ini disampaikan oleh Ketua Kloter Sub 30 Thontowi Jauhi kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri.
Baca Juga : 5 Jemaah Haji Asal Tuban Dikabarkan Meninggal Dunia, Total Sudah 12 Orang
Berdasarkan kabar dari Mekkah tersebut, empat jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang sedang sakit dan dirawat masing-masing adalah H. Moh. Arifin, warga Dusu Kolak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadiluwih.
Arifin tengah dirawat di RS Almani karena mengalami serangan stroke. Saat ini, ia belum sadarkan diri.
Jemaah kedua adalah H. Suwandi asal Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo. Dia dirawat di RS AN-Nur Mekkah karena mengalami penyakit gagal ginjal.
Suwandi pun harus menjalani cuci darah setiap dua hari sekali di RS AN-Nur Mekkah tersebut.
Jemaah ketiga, H. Istadi, warga Dusun Bulusari, Desa Bulu, Kecamatan Semen yang dirawat di RS An-Nur Mekkah. Istadi sakit diabet.
Baca Juga : 6 Jemaah Haji Blitar Pulang Diantar Ambulans, 2 Dirawat
Kemudian jemaah keempat adalah H. Kasmari, warga Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Kamsari sakit jantung dan pernapasan akut, hingga dilarikan ke RS An-Nur.
“Ada yang dirawat sebelum berangkat melaksanakan puncak haji Armuzna dan ada yang setelah melaksanakan haji,” ungkap Thontowi Jauhi melalui Kantor Kemenag Kabupaten Kediri.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kabupaten Kediri ini menambahkan, H. Moh. Arifin sudah menderita stroke saat berada di Madinah dan hendak melaksanakan umroh wajib di Mekkah.
Baca Juga : Jemaah Haji Tuban Pulang Hari Ini, Diminta Tak Bawa Zamzam
“Kondisinya belum sadarkan diri hingga saat ini. Beliau tidak bisa secara langsung mengikuti rangkaian ibadah haji Armuzna, termasuk safari wukuf, sehingga beliau harus badal Haji,” terangnya.
Sedangkan tiga jemaah haji lainnya yang juga sakit, imbuh Thontowi, sudah mengikuti seluruh rangkaian haji dengan tuntas.
Pria yang hobi sepakbola itu minta doa resti dari warga Kabupaten Kediri dan Kantor Kemenag agar keempat jemaah hajitersebut bisa segera sehat dan nantinya bisa sama-sama pulang ke tanah air. [nm/ted]






