Kediri (beritajatim.com) – Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menggelar Wisuda Program Sarjana ke-XLIV dan Magister ke-XXXV pada Minggu, 25 Mei 2025, di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Kediri. Sebanyak 389 lulusan dari berbagai program studi resmi diwisuda dalam acara bertema Uniska Siap Mengimplementasikan Kampus Berdampak. Tema ini menegaskan komitmen institusi dalam mencetak lulusan unggul secara akademik dan berdampak sosial.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., hadir menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Menggapai Keberhasilan. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai kunci kemajuan bangsa.
“Perguruan tinggi seperti Uniska Kediri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, khususnya di kawasan Kediri Raya,” ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi urgensi membentuk pribadi berkarakter, terintegritas, dan religius untuk menghadapi tantangan surplus SDM berkualitas rendah. “Proses pembentukan pribadi unggul layaknya metamorfosis kupu-kupu yang menuntut ikhtiar dan dzikir yang konsisten,” tambahnya.
Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., menegaskan komitmen kampus terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui sistem aplikasi SIANA, aktivitas mahasiswa terdata secara holistik. Tahun ini, mahasiswa Uniska menjalani program KKN dan summer school di Malaysia dan Thailand, sebagai bagian dari kontribusi global kampus.
Beberapa riset inovatif seperti pengembangan pakan silase dan kerja sama dengan Wisata Edukasi Tugu Park Tulungagung menjadi contoh konkret.
Ia juga menyoroti program SJS (Santri Jadi Sarjana) dan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) yang memperluas akses pendidikan dan meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan industri.
Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Mandiri Persada (YBCMP), K.H. Muhammad Anwar Iskandar, menegaskan pentingnya kolaborasi riset dan nilai spiritual dalam membentuk bangsa yang kuat.
Ia mengatakan, “Korupsi dan kemiskinan lahir dari hilangnya nilai spiritual di kalangan pemangku kebijakan.” Menurutnya, pendidikan tinggi harus mengedepankan nilai Ahlussunah wal Jamaah sebagai fondasi.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., dalam sambutannya menyebut wisudawan sebagai aset bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas. Ia menyoroti pentingnya tata kelola kampus, pengembangan SDM, dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Kampus berdampak harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.
Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D., Kepala LPTNU, menambahkan bahwa teknologi dan keahlian masyarakat adalah kunci kemajuan bangsa. Ia menegaskan, “Wisuda bukan akhir belajar, melainkan awal adaptasi terhadap perubahan.”
Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan, budaya unggul, dan pertumbuhan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk memperluas jaringan strategis, Uniska Kediri menandatangani MoU dengan LPH LPPOM MUI, Dinas Perhubungan Kota Kediri, dan HIPMI Kabupaten Kediri. Penandatanganan dilakukan oleh Muti Arintawati (Direktur Utama LPH LPPOM MUI), Indra Hadi Prasetyo, S.AP. (perwakilan Dinas Perhubungan), dan Muhammad Yusron, S.E., M.Agr. (Ketua HIPMI Kabupaten Kediri sekaligus pemilik brand Republik Lele).
Sebagai bentuk apresiasi, Uniska menganugerahkan penghargaan kepada lulusan terbaik. Kategori akademik Program Sarjana diraih oleh Dewi Nurika Sari Luthviana (Manajemen), Erlikawati (Akuntansi), Muhammad Asrofi (Pendidikan Bahasa Inggris), Dina Oktavia (Agroteknologi), Rahmat Ramadhan (Peternakan), Elinda Silvita Sari (Agribisnis), Dina Tribuana Tungga Dewi (Hukum), Afia Agustin (Teknik Komputer), dan Mohammad Abdul Ghofur (Teknik Elektro).
Untuk Program Magister, penghargaan diberikan kepada Carolina Agatta Herawati (Magister Hukum), Sandia Eka Efilia (Magister Manajemen), dan Putri Pramesti Puspita Arum (Magister Agribisnis). Selain itu, penghargaan non-akademik diberikan melalui platform SIANA kepada Cacun Havana (Manajemen), Dhita Ananda (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Ahmad Faisal Saputro (Manajemen).
Momentum wisuda ini memperkuat peran Uniska Kediri sebagai kampus berbasis nilai yang berkontribusi nyata dalam mencetak SDM unggul dan berdampak bagi masyarakat Indonesia. [nm/but]






