Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 31 rumah warga terdampak banjir luapan yang melanda sedikitnya 14 titik di wilayah Kabupaten Magetan pada Jumat (20/3/2026) sore. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak siang hingga malam hari.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Radityo, menyampaikan banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.16 WIB setelah curah hujan tinggi menyebabkan saluran irigasi tidak mampu menampung debit air.
“Banjir luapan terjadi di sejumlah titik akibat tingginya curah hujan dan tersumbatnya saluran irigasi oleh sampah,” ujarnya.
Adapun 14 titik terdampak tersebar di sejumlah wilayah, yakni:
1. Jalan Diponegoro, Kelurahan Selosari
2. Jalan Mayjen Sungkono, Kelurahan Sukowinangun
3. Jalan Mayjen Sukowati, Kelurahan Sukowinangun
4. Dusun Kebaran, Kelurahan Tawanganom
5. DI Panjaitan, Desa Purwosari
6. DI Panjaitan, Desa Baron
7. Jalan Raya Magetan–Maospati, Desa Bandar
8. Jalan Raya Magetan–Maospati, Desa Bibis
9. Kelurahan Mangkujayan
10. Jalan S. Parman, Kelurahan Kebonagung
11. Kelurahan Sukowinangun
12. Desa Tamanan, Kecamatan Sukomoro
13. Desa Kedungguwo, Kecamatan Sukomoro
14. Desa Blaran, Kecamatan Barat
Sebanyak 31 rumah terdampak tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Kelurahan Sukowinangun, Desa Tamanan, Kelurahan Mangkujayan, hingga Desa Blaran. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur gabungan bergerak cepat menuju lokasi usai menerima laporan pada pukul 16.16 WIB. Penanganan dilakukan dengan membuka saluran irigasi yang tersumbat sampah agar aliran air kembali lancar.
“Penanganan selesai sekitar pukul 21.00 WIB dan debit air telah surut,” kata Eka.
Penanganan melibatkan BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, PMI, Tagana, relawan, serta masyarakat setempat.
BPBD Magetan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke saluran air, serta membersihkan drainase secara berkala. Warga juga diminta segera melapor jika terjadi kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat. [fiq/aje]






