Jombang (beritajatim.com) – Suasana Balai Desa Sentul Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang berbeda dari biasanya, Sabtu (15/3/2025) pagi. Ratusan warga memenuhi halaman balai desa dengan wajah penuh harap.
Mereka datang bukan sekadar untuk berkumpul, tetapi untuk menerima berkah dari keluarga Bupati Jombang H. Warsubi dan adiknya, H. Agung Wicaksono, yang rutin menggelar sedekah dan zakat tahunan.
Namun, ada yang istimewa tahun ini. Tak hanya menyentuh para tukang becak, keluarga besar H. Warsubi juga merangkul para sopir angkot serta ribuan warga di 302 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Jombang. Mereka menerima bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian di tengah harga bahan pokok yang terus meroket di bulan Ramadan.
“Ini ikhtiar kecil kami agar bisa lebih mendekatkan diri pada masyarakat yang membutuhkan. Hari ini ada 32 desa yang didatangi kendaraan logistik kami untuk membagikan sedekah. Semoga keluarga kami bisa terus istiqamah dalam berbagi,” ujar H. Warsubi dengan penuh harap.
Tak hanya membagikan zakat dan sedekah, keluarga H. Warsubi juga memperkenalkan kendaraan logistik khusus yang akan menjangkau pelosok desa demi memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat. Di masa kampanye, H. Warsubi dikenal dengan program blusukannya untuk pasar murah. Kini, blusukan itu berubah wujud menjadi aksi berbagi berkah di bulan suci.
Bagi Uripah (65), seorang buruh tani asal Sentul, pemberian semabako dari kelaurga Warsubi sangat bermanfaat untuk keluarganya. Di bawah terik matahari pagi, ia telah menanti sejak pukul tujuh bersama warga lainnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Semoga Abah dan keluarganya diberi kesehatan dan rezeki berlimpah supaya bisa terus berbagi seperti ini,” ujarnya.

Senada dengan Uripah, Masih (61), seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya berjibaku dengan kenaikan harga bahan pokok, juga merasakan manfaat dari pembagian zakat ini. “Semoga Abah selalu sehat. Biar bisa terus berbagi dan semakin banyak yang terbantu,” tuturnya penuh harap.
Di tengah tantangan ekonomi yang kian menekan, inisiatif keluarga H. Warsubi ini menjadi secercah harapan bagi warga kecil Jombang. Sebuah upaya sederhana yang menghadirkan senyum di wajah mereka yang kerap terpinggirkan oleh kerasnya kehidupan. [suf]






